![]() |
Foto penulis saat Gelaran KPID Award 2013 di Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. (Dok. Tebarnews.com) |
■ Oleh Rusdin Tompo (Penulis dan Ketua KPID Sulsel, 2011-2014)
Tanggal 1 April diperingati sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas). Hari sakral bagi masyarakat penyiaran ini didasarkan pada momentum sejarah berdirinya stasiun radio milik pribumi pertama, pada 1 April 1933. Nama radionya, Solosche Radio Vereniging (SRV), diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII.
Peringatan Harsiarnas ke-92, pada tahun ini, memang tidak lagi semeriah era kejayaan penyiaran analog. Namun, saya punya catatan positif, selama menjadi komisioner KPID Sulawesi Selatan, dua periode (2007-2010 & 2011-2014).
Sisi positif itu terkait upaya kami di KPID Sulawesi Selatan, yang hendak menghidupkan ekosistem industri penyiaran. Salah satunya melalui penyelenggaraan KPID Award.
Perlu dikemukakan bahwa KPID Sulawesi Selatan merupakan pionir ajang pemberian penghargaan bagi lembaga, program, dan insan penyiaran di Indonesia tersebut. Ini cara KPID menggunakan pendekatan kreatif dalam menghadirkan siaran-siaran yang edukatif dan sehat.
Namun, yang tidak banyak diketahui orang, ada agenda mempromosikan gedung-gedung jangkung lewat perhelatan KPID Award, sejak tahun 2009. Dalam sebuah rapat komisioner, dipimpin Ketua KPID Sulawesi Selatan, Aswar Hasan, saat itu, kami putuskan untuk memanfaatkan ajang KPID Award guna semakin memperkenalkan gedung-gedung tinggi di Makassar, yang memang tengah menjamur.
Maka, pada gelaran KPID Award ke-4, panitia melobi teman-teman di Fajar untuk menggunakan Graha Pena, yang berada di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo. Berhasil. Sehingga acara yang berlangsung atas dukungan Perum Pegadaian Wilayah VII Makassar itu diadakan di gedung berlantai 17 tersebut.
Pendiri Fajar Group, HM Alwi Hamu, bahkan hadir langsung pada Malam Penganugerahan KPID Award 2009, Minggu, 27 Desember 2009. Tema kegiatan kala itu adalah "Kreatif, Edukatif, dan Inspiratif"
Pada gelaran KPID Award ke-10, giliran Wisma Kalla atau Kalla Tower jadi lokasi acara. Di gedung berlantai 15 atau setara 70 meter yang terteletak di Jalan Dr Sam Ratulangi itu, 60 lembaga penyiaran berkompetisi memperebutkan tropi "Jaga Mata dan Telinga".
Inilah untuk pertama kalinya, gelaran acara terlihat mewah dengan penggunaan layar LCD super besar. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, hadir dalam acara yang disiarkan live stasiun radio dan TV itu.
Acara kian semarak dengan penampilan Mangara Jazz Project dan artis-artis jebolan Indonesian Idol. Para penyiar radio dan televisi juga tampil sebagai pembaca nominasi. Ikhtiarnya memang menjadikan malam penganugerahan sebagai pestanya masyarakat penyiaran di Sulawesi Selatan.
Pada KPID Award 2011, acara kembali diadakan di Graha Pena. Kegiatan yang diadakan pada 16 Maret 2011 itu, mengangkat tema kepariwisataan. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang hadir pada kesempatan ini.
Ada sejumlah acara hiburan yang ditampilkan dalam ajang tahunan ini, antara lain penampilan memukau dari maestro lagu-lagu Makassar, Iwan Tompo.
Seperti biasa, pada Malam Penganugerahan KPID Award 2011 itu, diberikan penghargaan untuk sejumlah kategori. Yakni, program acara hiburan, talkshow, news, dan feature, serta Iklan Layanan Masyarakat (ILM).
Penghargaan lainnya, berupa kategori khusus diberikan kepada program yang dinilai inovatif dan inspiratif.
Kepada perseorangan juga diberikan penghargaan, dalam wujud insan peduli penyiaran dan Lifetime Achiefment Award bagi mereka yang punya dedikasi dalam memajukan penyiaran di daerah ini.
Semua proses penilaian itu dijaga integritasnya demi gengsi KPID Award. Itulah mengapa, dewan jurinya dari kalangan akademisi, budayawan, dan profesional, yang kompeten.
Di tahun 2012, KPID Award diselenggarakan di Menara Bosowa, yang berlantai 23 atau setara 120 meter. Di gedung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman ini, terdapat Celebes TV dan Celebes Radio 88,5 FM.
Pada gelaran tahun ini, yang bertema "Media Penyiaran Sebagai Perekat Sosial", penghargaan insan peduli penyiaran diberikan kepada HM Daeng Patompo, Walikota Makassar, 1962-1976. Walikota legendaris ini diberi penghargaan atas kontribusinya dalam pendirian stasiun TVRI Sulawesi Selatan, di tahun 1972.
Di tahun terakhir periode saya sebagai Ketua KPID Sulawesi Selatan, gelaran KPID Award dilaksanakan di Celebes Convention Center (CCC) di Jalan Metro Tanjung Bunga, pada 23 November 2013.
Ada pembelajaran yang diperoleh setiap kali kegiatan KPID Award dilakukan, terkait daya dukung gedung dan fasilitas yang dipunya. Saya ingat, saat kegiatan di Wisma Kalla, teknisi TVRI sempat mencari akal di mana mesti menempatkan genset. Apakah di depan di Jalan Dr Sam Ratulangi, atau di belakang, di Jalan Mappanyukki.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi yang diberikan, sejak tahun 2007 hingga 2013, saya punya kebiasaan selalu menyalami semua kru TVRI dan RRI. Bukan cuma kru Lembaga Penyiaran Publik (LPP), tapi juga teman-teman Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), sekiranya hari itu bertugas siaran langsung.
Saya datangi kameramen, reporter, produser, hingga mereka yang tengah menggulung kabel, mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam penyelenggaraan KPID Award. (*)