• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    Kerikil, Anjing, dan Surga

    Redaksi Tebarnews
    28/03/2025, 2:57 PM WIB Last Updated 2025-04-03T00:20:00Z

    Kolonel Laut Dr M Asri Arief, saat memberikan ceramah di Masjid Nurul Mukjizat Jalan Adhyaksa, Mkassar, pada 27 Maret 2025. (Tebarnews.com/Istimewa)
     

    ■ Oleh Kolonel Laut Dr M Asri Arief (Aspidmil Kejati Sulsel)


    Sangat menarik, cerita yang mengisahkan Malaikat Ridwan sang Penjaga Surga yang mendapat perintah untuk memindahkan seseorang dari neraka ke surga.


    Malaikat Ridwan pun mendatangi neraka, disambut Malaikat Malik sang Penjaga Neraka. 


    "Wahai Malaikat Ridwan, apa gerangan yang membuatmu datang ke sini?", tanya Malaikat Malik. 


    Sang Penjaga Surga pun menjelaskan maksud dan tujuannya. Kemudian Malaikat Ridwan pun masuk mencari orang tersebut dari satu tempat ke tempat lainnya.


    Singkat cerita, orang itu sebutlah namanya si Fulan, ditemukan dengan kondisi yang sangat mengenaskan. 


    Bukankah Allah SWT telah berfirman: "Bahan bakar neraka adalah manusia dan batu" (QS.Attahrim:6). 


    Si Fulan pun segera dipindahkan ke surga.


    Sesampai di surga, Fulan pun bertanya: "Apa yang membuatku dipindahkan dari neraka ke surga?". 


    Malaikat Ridwan pun menjelaskan: "Ketahuilah Fulan, bahwa kamu saat masih hidup di dunia, pernah berjalan menuju masjid untuk shalat Shubuh berjamaah.


    Kebetulan di depan masjid, ada seekor anjing. Kamu pun mengambil kerikil dan melemparkannya ke arah anjing tersebut. 


    Meski tidak mengenai tubuh si anjing, batu kerikil itu terpantul ke tanah dan masuk ke kumpulan kerikil yang ada di sekitar masjid. Ternyata, kumpulan kerikil itu merupakan bahan untuk membangun masjid".


    Dari kisah itu menggambarkan betapa besar kecintaan dan ampunan Allah SWT kepada hambanya, hanya dengan kerikil diberi ganjaran surga. 


    Semoga detik-detik terakhir Ramadan, dapat memaksimalkan ibadah kita. Sehingga muncul rasa cinta dan rindu akan Ramadan. 


    Rasa rindu akan kebaikan, menurut Imam Al-Ghazali, insya Allah akan mengantarkan kita pada apa yang dirindukan, yaitu bertemunya kita dengan Ramadhan berikutnya. 


    Rasulullah SAW menegaskan, seandainya ummat manusia mengetahui keberkahan Ramadhan, maka manusia akan mengharapkan setahun penuh adalah Ramadhan. (*)


    Masjid Nurul Mukjizat Jl Adhyaksa

    Makassar, 27 Maret 2025

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini