• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    Inilah Tradisi Mulia SDN Layang IV/72 Makassar

    Redaksi Tebarnews
    28/03/2025, 7:10 PM WIB Last Updated 2025-03-28T11:11:21Z
    Murid-murid SDN Layang IV/72 foto bersama setelah menerima hadiah dari gurunya, Kamis, 21 Maret 2025. (Tebarnews.com/istimewa)


    Anak-anak sejak dini perlu diajarkan empati dan kepedulian, dengan cara memberi contoh dan keteladanan. Itulah yang jadi alasan tradisi mulia pemberian hadiah di SD Negeri Layang IV/72, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.


    Kepala UPT SPF SD Negeri Layang IV/72, Muhammad Agus, S.Pd, Gr, mengatakan tradisi ini untuk menyemangati siswa sekaligus agar menjadi budaya positif di SDN Layang IV/72.


    "Tradisi ini sejak beberapa tahun lalu dilakukan. Para guru dengan sukarela memberikan beragam bentuk hadiah kepada murid-muridnya," ujar kepala sekolah dengan ciri kopiah itu, Jumat, 28 Maret 2025.


    Dia lanjut menguraikan. Pemberian itu mulai dari uang tunai, perlengkapan sekolah, hingga paket sembako. Hal itu sebagai wujud dukungan dan kebahagiaan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.


    Tradisi pemberian hadiah itu, dilakukan pada Kamis, 21 Maret 2025 di masing-masing kelas.


    Aslinda, salah seorang guru SD Negeri Layang IV/72, mengatakan dia memberi hadiah karena ingin memotivasi siswa yang rajin hadir selama Ramadhan serta sebagai apresiasi bagi yang telah khatam Al-Qur’an.


    Guru lainnya, Yenni Rachman, berharap tradisi ini mengajarkan nilai berbagi dan mendorong semangat mengaji di antara siswa dan teman-temannya.



    Sementara Azisah Rahmanur melihatnya sebagai bentuk sedekah sekaligus penyemangat belajar bagi anak didiknya.


    Rizki Amalia dan Rizky Amalia, dua guru berbeda tapi dengan nama sama, juga memberi alasan kenapa dia turut dalam tradisi baik itu. 


    Katanya, dia memberikan hadiah sebagai apresiasi atas pencapaian hafalan surah, doa harian, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.


    Dukungan penuh diberilakan oleh Muhammad Agus, yang mengapresiasi inisiatif para guru. 


    "Saya bangga dengan dedikasi mereka. Semoga tradisi ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi guru maupun murid," ujarnya.


    Kebahagiaan yang saling menginspirasi ini membuat para guru terharu. Apalagi setelah melihat antusiasme dan senyum ceria murid-murid saat menerima hadiah.


    "Melihat mereka semangat mengaji dan belajar, kami pun ikut bahagia," kata Yenni.


    Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan guru dan murid, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, dan semangat berbagi—khususnya di bulan suci Ramadhan.


    "Semoga kegiatan positif ini terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya," pungkas Muhammad Agus. (rt*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini