• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    "Aktivis" Maccini Baru dan Meneer dari Unhas

    Redaksi Tebarnews
    30/03/2025, 11:36 PM WIB Last Updated 2025-03-30T22:14:16Z
    Foto mahasiswa Fakultas Hukum Unhas, era 1990an, di tangga dekat mushollah yang menuju dekanat. (Tebarnews.com/Handover)


    Oleh Rusdin Tompo | Pegiat Literasi, Alumni Fakultas Hukum Unhas


    Membaca postingan foto yang menampilkan Dr Chaerul Amir, SH, MH, dengan latar belakang layar LCD (liquid crystal display) yang menampilkan nama-nama Susunan Personalia Halalbihalal dan Musyawarah IKA FH UH, membawa ingatan saya pada lebih tiga dekade lalu. 


    Saya seperti melihat “masa lalu yang hidup”—meminjam ucapan Dr Raymond Swain (diperankan John Zaremba) dalam film fiksi ilmiah The Time Tunnel.

     

    Waktu, tulis Hikmat Budiman (sosiolog pada Pusat Studi Kebudayaan UGM, Yogyakarta), menjadi tidak bergerak, yang bergerak hanya momen-momen kesadaran manusia yang terperangkap di dalamnya.

     

    Foto dengan Dr Chaerul Amir berdiri di podium itu, dijepret saat Gelar Buka Puasa Bersama Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unhas (IKA FH-UH) & Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan di Hotel Aryaduta, Makassar, Ahad, 23 Maret 2025. Dr Chaerul Amir merupakan Plt IKA FH-UH, beliau merupakan senior saya, angkatan 85. 

     

    Dalam acara di hotel yang berada di kawasan Pantai Losari itu, hadir sejumlah tokoh, antara lain Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Dr Hamzah Halim, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, H Agus Salim, SH, MH, dan Wali Kota Makassar, H Munafri Arifuddin, SH.

     

    Beberapa nama itu—mereka yang akan meng-handle acara pasca Lebaran nanti—saya kenal. Mereka ada yang merupakan senior, adik letting, juga teman seangkatan. Namun, mata saya fokus pada dua nama, yakni Muhammad Burhanuddin, SH, MH, yang diberi amanah sebagai Ketua Organizing Committee, dan Prof Dr Musakkir, SH, MH, yang berada di jajaran Steering Committee. 

     

    Posisi sebagai ketua pelaksana, khususnya terkait Muswarah IKA FH-UH, bagi Muhammad Burhanuddin, mirip dengan tugas yang juga dia emban di tahun 1991. 


    Bedanya, skala kegiatan yang sekarang jauh lebih besar. Pada tahun itu, Om Boer, begitu teman advokat ini akrab disapa, merupakan Ketua Musyarah Himpunan Mahasiswa Keperdataan (HIMAHTA). Forum ini nantinya akan memilih ketua himpunan untuk periode itu.

     

    Secara bersamaan, di tahun itu pula, teman-teman tengah mempersiapkan Studi Banding Fakultas Hukum Unhas ke Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Samrat), Manado. 



    Dalam kepanitiaan ini, Otniel FE Siwy, sebagai Ketua Studi Banding, sedangkan saya, Wakil Ketua. One, begitu kami memanggilnya, memang meminta saya mendampingi dia sebagai wakilnya. 

     

    Sementara Prof Muskkir, dahulu masih merupakan dosen muda. Beliau ini senior, angkatan 84. Beliau nanti menjadi dosen pendamping kami, selama studi banding di daerah yang dijuluki Nyiur Melambai tersebut.

     

    Kedua kegiatan ini memilih sekretariat di Kompleks Ruko Macini Baru di Jalan Macini Baru. Teman kami, One, sudah lama indekos di sini, di Ruko Nomor 4. Dia sebelumnya tinggal di Jalan Gunung Klabat, setelah itu pindah ke rumah kos di dekat markas Brimob, Pa’baeng-Baeng. Kompleks Ruko ini tak jauh dari sentra penjualan sparepart motor bekas di Maccini. 


    Tepat di depannya ada bengkel dan pedagang nasi kuning. Di mulut Jalan Maccini Baru, pertigaan Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, terdapat Coto Makassar. Dan hanya beberapa meter dari situ, terdapat Martabak Medan, yang mulai sibuk berjulan menjelang sore hingga malam.

     

    Posisi tempat kos di ruko itu terbilang strategis. Untuk pergi-pulang ke Kampus Unhas di Tamalanrea juga tak terlalu repot. Jalur Jalan Jenderal Urip Sumoharjo-Jalan Masjid Raya, ini dilalui angkutan pete-pete Kampus Unhas. Hanya butuh melangkah beberapa meter saja untuk ke jalan utama tersebut.

     

    Maka tepat bila salah satu kamar di ruko itu dipilih sebagai sekretariat. Apalagi, kawasan ruko ini nyaris sepi. Di ruko nomor 4 itu, hanya ada pengelola, One, dan penghuni lain—anak mahasiswa D3 Unhas. 


    Ruko tiga lanti itu cukup besar, sehingga pemiliknya membuat kamar-kamar yang disekat dengan dinding tripleks. Kamarnya One, di lantai 2, dekat jendela, yang memungkinkan penghuninya leluasa memandang aktivitas warga di luar. Lalu lalang kendaraan juga terlihat baik dari sini.(rt)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini