Beranda Citizen Reporter Mallopi-Lopi: Tradisi Masyarakat Bahari Pelabuhan 77 Kabupaten Bone

Mallopi-Lopi: Tradisi Masyarakat Bahari Pelabuhan 77 Kabupaten Bone

164
0
BERBAGI
Tradisi Mallopi-lopi masyarakat bahari di Pelabuhan 77, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan di tengah Pandemi Virus Covid-19. - Foto: ist

TEBARNEWS.COM, BONEĀ — Pertama kali keluar ke laut lepas perahu yang baru saja dibuat ini harus dilakukan uji coba. Keadaan inilah yang disebut mallopi-lopi. Dalam tradisi unik ini sebetulnya penting dilakukan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala di awal percobaan melaut.

Selain menguji kecepatan laju perahu mengarungi laut, ketahanan membelah ombak serta stabilisasi setir kemudi yang tidak mudah membelok tanpa memutar kemudi menjadi perhatian dan tentu keseimbangan posisi guling samping di kiri dan kanan juga harus baik, stabilisasi mesin yang normal ketika di tengah di laut yang harus menjadi pertimbangan selama uji coba, begitu juga dengan pompa pembuangan air yang tersambung pada mesin induk, ini semua menjadi perhatian khusus bagi Nahkoda atau pemilik perahu.

Haji Are, pemilik perahu mengatakan bahwa perahu yang selesai dibangun ini kita lakukan uji coba, kalau tidak ada kendalanya baik di mesin dan kemudi, guling samping dan pompa air maka perahu sudah bisa berlayar ke daerah yang jauh

“Semoga tidak ada kendala dan nantinya dapat berlayar ke Pelabuhan Maumere, Larantuka, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, Bima, Kupang dan daerah-daerah pulau lainnya di Kawasan Timur Indonesia”, harapnya.

Perahu terus melaju tibalah saat untuk makan-makan, dalam tradisi ini sebagai bentuk syukuran atas selesai dibagunnya dan tanda perahu siap untuk berlayar kelaut lepas, hal inilah yang jadi kegembiraan tersendiri setiap orang ikut uji coba perahu.

Namun dalam kesempatan ini tidak begitu banyak orang pergi mallopi-lopi karena situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, yang diharuskan jaga jarak, dan tidak berkumpul. Berbeda disaat sebelum ada pandemi ini acara syukuran seperti ini selalu ramai dihadiri sanak keluarga bahkan satu kampung ikut semua, kali ini hanya keluarga inti dan ABK (sawi) yang ikut uji coba perahu saja.

Setelah uji coba kurang lebih 5 jam di laut lepas, perahu kembali bertambat di Pelabuhan Rakyat Tuju-Tuju Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.(ril)

Laporan: Amirullah, Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here