Beranda Kampus BSI Gelar Seminar Online Penulisan Sastra di Era Virtual

BSI Gelar Seminar Online Penulisan Sastra di Era Virtual

151
0
BERBAGI
Foto: Screenshot

TEBARNEWS.COM, MAKASSAR – Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar Webinar Nasional mengangkat tema Literature and Virtual World. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pembicara Dorothea Rosa Herliany, Aan Mansyur, Umar Thamrin dan Yola.

“Kegiatan ini merupakan wadah untuk menampung karya mahasiswa yang pada tahun-tahun sebelumnya dipentaskan di panggung secara langsung, namun badai Covid 19 dan New Normal maka kami mengubah menjadi pertunjukan virtual. Ini adalah bagian dari model kreasi dan kreativitas baru bagi mahasiswa di era milenial, “kata Sekretaris Jurusan Sastra Inggris yang juga penanggungjawab kegiatan Syahruni Junaid, Kamis (8/7).

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UINAM Dr. Hasyim Haddade, M.Ag memberikan apresiasi atas ide dan aksi dosen dan mahasiswa BSI. “Ini adalah implementasi kegiatan yang kreatif di era Covid 19 sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di mana mereka harus belajar dari rumah,” katanya.

Pada sesi pertama tampil dua pemateri yakni Rosa dan Aan Mansyur. Dalam paparannya Rosa banyak menjelaskan proses penyusunan novelnya berjudul Isinga yang merupakan novel etnografi pedalaman Papua. Aan Mansyur berbicara bagaimana puisi-puisinya dipengaruhi dengan lokalitas tempat kelahirannya, termasuk dalam memilih tema dan diksi.

Foto: Handover

Sementara di hari kedua Jum’at (10/7) yang menjadi pembicara adalah Umar Thamrin dan Yola. Webinar berlangsung dengan penjelasan-penjelasan yang sangat menarik dari pemateri-pemateri yang telah diundang. Sesi tanya jawab antar pemateri-peserta pun berlangsung sangat khidmat dan lancar. Dalam membawakan materi, Umar Thamrin menjelaskan tentang local culture and Islamic values in the virtual world.

“Muslim adalah aktualitas, tetapi Islam bukan. Sedangkan Islam adalah virtual. Bagaimana kita bertingkahlaku, bagaimana kita memperlakukan orang lain, itulah Islam” ucap alumni Universitas Berkeley ini. Sedangkan Yola menjelaskan tentang Vision about Literature /Virtual Theater. “Hal yang membuat teater menarik itu adalah pelakonnya sendiri”, tegas Yola yang juga seorang akademisi dan praktisi drama. Acara seminar tahunan ini diselingi dan ditutup dengan pemutaran drama dan pembacaan puisi secara virtual.(nas/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here