Beranda Peristiwa Video Aparat Keamanan Bersepatu dalam Masjid Menuai Kritik

Video Aparat Keamanan Bersepatu dalam Masjid Menuai Kritik

79
0
BERBAGI
Foto: Screenshot

MAKASSAR | TEBARNEWS.com — Menyusul disahkannya hasil revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR RI, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, gelar unjuk rasa penolakan, Selasa (24/09/2019). Unjuk rasa mahasiswa tersebut, berbuntut bentrokan dengan pihak aparat keamanan di beberapa titik lokasi aksi.
Aksi di depan gedung DPRD Sulsel, diwarnai bentrok antara mahasiswa dengan aparat keamanan yang berakibat rusaknya sejumlah fasilitas umum.

Di tengah hiruk pikuk aksi demonstasi, beredar video yang menunjukkan adanya dua orang aparat keamanan melakukan pengejaran dan memukuli demonstran hingga dalam ruang masjid.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar di media sosial itu, tampak dua aparat keamanan mengenjar para demonstran yang berada dalam masjid dan menariknya keluar. Kedua aparat itu juga tampak menggunakan sepatu menginjak karpet dalam masjid dan diprotes oleh salah seorang wanita.

“Sepatuta pak,” ujar salah seorang mahasiswi dalam video tersebut.

Peristiwa tersebut dibenarkan pihak Kepolisian Daerah Polda Sulawesi Selatan. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani kepada wartawan mengatakan peristiwa yang terekam itu benar terjadi pada masjid yang terletak di samping gedung DPRD Sulsel.

Terkait beredarnya video dua aparat tanpa melepas alas kaki masuk dalam masjid, juga menuai kritik dari Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat (PP) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI), Abd Haris Zainuddin. Dikatakannya video kejadian serupa kerap terjadi di berbagai tempat, untuk itu menurut dia pihak aparat keamanan harusnya lebih berhati-hati bertindak khususnya dalam masjid.

Kejadian ini juga berakibat luas dan mengundang kritik dari kalangan netizen yang disampaikan dalam berbagai link media sosial.(in/tn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here