Beranda Sulawesi Selatan Harapan Pemudik Untuk Layanan Pelabuhan Pamatata Selayar

Harapan Pemudik Untuk Layanan Pelabuhan Pamatata Selayar

176
0
BERBAGI
Salah seorang pemudik menunjukkan kondisi antrian panjang pengguna kendaraan roda dua di Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar. -- Foto: FB/muchsin gele's

KEPULAUAN SELAYAR | TEBARNEWS.com — Layanan pelabuhan penyeberangan Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar dari tahun ke tahun selalu dikeluhkan pihak pemudik terutama saat arus balik. Betapa tidak, antrian panjang dan ketidakpastian jadwal penyeberangan berakibat menimbulkan masalah ganda yang menimbulkan ketidaknyamanan kalangan masyarakat. Belum lagi sejumlah masalah lainnya, menjadi keluhan banyak pihak.

Salah seorang pemudik Muchsin Gele’s yang berfoto di antara antrian panjang pengendara sepeda motor, memosting kondisi yang dialaminya seraya menyampaikan harapan untuk Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar. Berikut harapan-harapannnya seperti Tebarnews.com kutip dari akun Facebook miliknya:

“Menyikapi dan menyimak dinamika arus balik Pammatata-Bira kemarin maka saatx:
1. Pemkab Selayar melalui Dishub agar mensupport ASDP menyediakan layanan antrian tiket sistem aplikasi online atau kerja sama biro travel setempat untuk memudahkan calon penumpang dan menghindari antrian panjang dan bisa lebih terjamin kepastianx.
2. Dinas Lingkungan Hidup Selayar saatnya memprogramkan Ruang Terbuka Hijau agar suasana gerah terasa cerah dihati oleh rimbunan pohon yg tertata apik di area parkiran Pammatata..
Semoga Selayar makin maju dan sukses kedepannya..
#Silajaralebihbaji”

Postingan ini menuai respon dari para netizen dengan berbagai komentar. Salah seorang misalnya yang bernama Nur Wahida Nurbin berkomentar: “Makanya sampai skrng belum tertarik untuk mudik lebaran, dr tahun ke tahun begituji, tidak ada peningkatan yg berarti,,, lebih mauka naik bus,,, drpd bw kendaraan pribadi buat mudik lebaran”.

Meski begitu, dengan nada menghibur netizen lainnya menganggap hal itu sebagai bagian dari seni dalam mudik.

“Itumi seninya mudik. Rumput gele timbo sampuk, kasaba’ batu2”, ungkap Said Singosari Timur dalam bahasa Selayar.

Menurut dia inilah seninya mudik dan ruang terbuka hijau sulit diwujudkan karena kendala sulitnya menanam rumput karena kondisi tanah berbatu. Bahkan hal lebih unik lagi yakni ada yang mengusulkan fasilitas nonton semacam bioskop sebagai sarana hiburan mengobati jenuh menunggu.(fb/tn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here