Beranda Sulawesi Selatan Dinas Peternakan Sulsel Adopsi Pola Peningkatan Hasil

Dinas Peternakan Sulsel Adopsi Pola Peningkatan Hasil

325
0
BERBAGI
Kadis Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan Azis Zainuddin. FOTO: IST

MAKASSAR, TEBARNEWS.COM — Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merasa penting belajar lebih banyak lagi demi melakukan pengembangan untuk perolehan hasil capaian maksimal. Hal ini yang sementara dilakukan Dinas Peternakan Pemprov Sulsel, untuk mencari pola terbaik dalam peningkatan produksi maksimal setiap komoditi peternakan yang dikelolanya dengan pola Kandangnisasi dan peran serta asosiasi dalam menghasilkan produksi maksimal.

Ini menjadi harapan Kadis Peternakan Pemprov Sulsel Azis Zainuddin saat menyampaikan keinginannya, ketika berada di kantornya, Rabu (19/12/2018).

Menurut Azis, setelah melalui tahapan kunjungan ke Jepang yang menjadi banyak masukan, bagaimana langkah-langkah yang bisa diadopsi dan mesti dilakukan, maka wujudnya seperti perusahaan yang merupakan assosiasi dalam bentuk koperasi.

Hasil yang diperoleh ujarnya, ada beberapa catatan yang bisa jadi bahan perbandingan dan bisa diterapkan di dinasnya.

Peternakan yang dikunjunginya saat itu, selain menghasilkan turunan atau anak, juga susu segar yang akan dikelolah oleh koperasi peternak dengan pengolahan yang cukup memadai, untuk menghasilkan susu segar siap diminum, es krim dan keju serta produk-produk lainnya dari susu segar.

Bisa jadi kata Azis perlu mengadopsi sistem dari Peternakan Aso Milk Farm di Jepang, dimana ini merupakan bentukan Assosiasi Peternakan Kimamoto dengan luasan peternakan tersebut sebanyak kurang lebih 300 ha yang dengan jumlah populasi sebanyak 60 ekor sapi. Adapun jenis sapi yg dikembangkan ranch ini adalah jenis Fries Holland atau FH yang didatangkan dari Australia. Sedang selebihnya jenis Brown Swiss yang berkembang selama ini di Jepang.

Dari aspek pemeliharaan sapi di lokasi tersebut dilakukan secara intensif dengan pola kandangnisasi untuk menghasilkan produksi yang maksimal dengan jumlah produksi susu sebanyak 25 – 32 liter per ekor perhari. Melihat dari jumlah produksi susu tersebut mampu menghasilkan dan mensuplai kebutuhan masyarakat.

Sedang pakan yang dibutuhkan cukup dengan mengkonsumsi hijauan kering atau setiap hari antara 40 – 50 kg per hari. Selain itu diberi makanan tambahan konsentrat sekitar 3- 5 kg perhari sebanyak 2 kali sehari.

“Saya melihat pengembangan peternakan Aso Milk Farm di Jepang, justru peran serta Assosiasi sangat menentukan keberhasilan sehingga dibutuhkan setiap anggota peran serta kebersamaan dan kedisiplinan dalam memajukan koperasi,” tandas azis penuh semangat. (AnRos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here