Beranda Sekolah SD Negeri Borong Gelar Even MaCCa

SD Negeri Borong Gelar Even MaCCa

333
0
BERBAGI
Lala dan Karina di panggung MaCCa (Makassar Children's Culture Festival) SDN Borong, sedang membacakan puisi berjudul "Ayah Bundaku". FOTO: IST

MAKASSAR, TEBARNEWS.COM — SD Negeri Borong gelar even akhir tahun yang diberi nama MaCCa atau kepanjangan dari Makassar Children’s Culture Festival, Sabtu (15/12/2018). Even ini memadukan aspek perayaan (selebration), pameran (exebhition) dan kompetisi (competition).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr Hasbi, yang hadir mewakili Kadis Pendidikan, memberi apresiasi atas penyelenggaran kegiatan ini, yang disebutnya kreatif dan inovatif. Menurut mantan Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar itu, MaCCa bisa jadi andalan kita untuk pendidikan karakter.

“Even seperti ini mesti ada di setiap sekolah dan diadakan setiap tahun. Bahkan bila perlu diadakan 2 kali dalam setahun, pada akhir semester,” usulnya.

Hasbi mengingatkan bahwa anak-anak kita bukan robot, yang hanya butuh pelajaran yang berkaitan dengan logika dan pengembangan otak kiri. Anak-anak, kata mantan Kepala SMP Negeri 6 Makassar itu, juga butuh keseimbangan, butuh diisi otak kanannya.

“Mereka punya hobi, bakat dan talenta yang perlu ditingkatkan. Bukan hanya yang akademik, tapi juga non akademik seperti yang kita adakan,” katanya.

Talenta yang tersimpan yang dimiliki oleh anak-anak harus diasah dan dikembangkan guna disumbangkan bagi bangsa dan negara melalui kegiatan yang positif dan kreatif.

Hasbi melanjutkan, kita kini berada pada era 4.0 dengan perubahan yang sedemikian cepat. Sehingga, orangtua perlu mempersiapkan anak-anak untuk hadapi perubhan tersebut agar anak-anak akan jadi pelaku dan penentu. Bukan cuma penonton. Anak-anak sebagai generasi milenial atau generasi 4.0, yang akrab dengan IT sejak lahir, harus didukung untuk mencapai kehidupan terbaiknya kelak. Hasbi melihat, bazar dan pergelaran yang diadakan dalam MaCCa bisa punya potensi mempersiapkan anak-anak jadi enterpreneur bila dikembangkan lagi.

“Even yang kreatif dan inovatif seperti ini bisa jadi jualan ke luar negeri bila memanfaatkan potensi budaya lokal dan memiliki kekhasan yang kuat,” harap Hasbi dalam sambutannya.

Usai memberikan sambutan, Dr Hasbi meresmikan perpustakaan SD Negeri Borong. Perpustakaan ini rencananya akan jadi multi-fungsi sebagai museum mini yang akan memajang memorabilia sekolah. Juga tempat anak-anak mengembangkan kreativitasnya.

Salah satu permainan anak, longga-longga mewarnai even MaCCa SD Negeri Borong Makassar. FOTO: IST

Kepala SD Negeri Borong Makassar, Dra. Hj. Hendriati Sabir, M.Pd menjelaskan bahwa sekolahnya sudah tiga tahun melaksanakan bazar dan pementasan seni, cuma baru kali ini dikemas dan memiliki nama, yakni MaCCa.

“Cita-cita kami, bisa jadi kalender even yang kami integrasikan dengan berbagai program yang ada di sekolah, seperti program adiwiyata, pendidikan karakter, dan sekolah ramah anak” katanya.

Sementara itu, Andi Etty Cahyani, S.Pd selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan sejak pagi hingga siang itu bisa terlaksana berkat dukungan Komite Sekolah SD Kompleks Borong, paguyuban orangtua, para guru, mitra dan terutama anak-anak yang tampil dalam berbagai atraksi seni.

Permainan anak, Dende meramaikan even MaCCa. FOTO: IST

Pada even MaCCa 2018 ini, anak menampilkan kreasi busana daur ulang, tarian, lagu Ininnawa Sabbarae yang penuh petuah, medley lagu daerah. Juga pembacaan puisi berjudul “Ayah Bundaku” oleh Lala dan Karina yang sempat membuat banyak penonton terharu hingga meneteskan air mata. Puisi tersebut merupakan karya bersama murid-murid peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), yang dibimbing oleh Rusdin Tompo, seorang aktivis anak yang juga dikenal sebagai penyair.

Anak-anak terlihat gembira dan senang karena diperkenalkan dengan beberapa permainan tradisional yang sehari-hari tak lagi mereka lakukan, seperti bermain baguli (kelereng), dende, lompat tali, longga-longga (engran) dan ular naga.

Menariknya, dalam MaCCa kali ini ada penampil tamu dari SD Negeri Minasa Upa, yang menampilkan teater gandrang bulo asuhan Rahmat Soni atau akrab dispa Romo.

“Ke depan maunya even ini digarap seperti F8 tapi dalam versi anak-anak,” kata Andi Etty. (ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here