Beranda Internasional Optimalkan Lahan Tidur Sulsel (Jajaki Potensi Kerjasama Sulsel-Jepang ~ Bagian 4)

Optimalkan Lahan Tidur Sulsel (Jajaki Potensi Kerjasama Sulsel-Jepang ~ Bagian 4)

213
0
BERBAGI
Kadis Peternakan Pemprov Sulsel Azis Zainuddin, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S. Latief, Bupati Lutra Indah Putri dan Bappeda Lutra Rasyid, di lokasi Peternakan Momoland Jepang, Fukuoka. FOTO: DOK. SULKAF S. LATIEF

FUKUOKA-JEPANG, TEBARNEWS.COM — Kunjungan ke obyek perikanan sudah selesai hari ini Sabtu, (15/12/2018), selanjutnya rombongan terbang ke Fukouka sekitar 1 jam dari Matsuyama untuk melihat penjualan pertanian yang omsetnya cukup besar di Jepang.

Sekaitan dengan keberangkatan Gubernur ke Jepang, pemprov Sulsel akan bisa memikirkan investasi pada lahan tertidur di Sulsel. Misalnya seperti Seko dan Rampi (Luwu Utara), di mana kita lihat luasan lahan cukup besar dan sangat menjanjikan.

Upaya ini dalam rangka mengoptimalkan lahan yang tertidur ini, sebagai sumber ekonomi baru nantinya. Selain itu, dalam rangka mendukung target Sulsel menjadi lumbung pangan daging.

Selain mengembangkan peternakan rakyat, juga membangun peternakan yang sekarang ini dengan memanfaatkan lahan yang menganggur.

Sedangkan potensi pengembangnya yang cocok dengan iklim Sulsel yang kita miliki, berdasarkan iklim adalah sapi potong dan sapi perah.

Jepang bukan hanya Tokyo, bagian barat daya yang paling dekat dengan Korea Selatan dan Tiongkok, yakni Fukuoka, jarang disebut-sebut. Justru daerah ini, memiliki potensi budaya yang unik karena pengaruh dari budaya negara-negara tetangganya. Selain itu topografi daerah ini dari pegunungan, pantai, dan lautan juga menawan.

Peternakan Momo Land Aburayama Fukuoka Jepang jadi sasaran empuk semua rombongan, kemudian mau melihat peternakan, dan tempat Pemasaran Koperasi Pertanian di Michinoeki Fokuoka, Michinoeki Oguni Youst.

Area Peternakan Momo Land Aburayama Fukuoka Jepang. FOTO: DOK. SULKAF S. LATIEF

Rombongan tiba dari lokasi peternakannya, memasuki kawasan pertanian setelah meninjau lokasi sekaligus wisata dan perjalanan ke rest area. Tempat penjualan hasil pertanian dan ikan kebutuhan sehari hari.

Sekaitan dengan keberangkatan gubernur ke Jepang, kita akan bisa memikirkan investasi pada lahan tertidur di Sulsel, di mana kita lihat luasan lahan cukup besar dan ini sangat menjanjikan.

Upaya dalam rangka gerakan Pemprov Sulsel untuk mengoptimalkan lahan yang tertidur ini sebagai sumber ekonomi baru nantinya. Juga dalam rangka mendukung target Sulsel menjadi lumbung pangan daging.

Bahkan, Selain mengembangkan peternakan rakyat, juga membangun peternakan yang sekarang ini dengan memanfaatkan lahan yang menganggur.

Sedangkan potensi pengembangnya yang cocok dengan iklim Sulsel yang kita miliki, berdasarkan iklim adalah sapi potong dan sapi perah.

Fukuoka yang terletak di Pulau Kyushu, pulau besar di bagian barat daya Jepang, dimana Fukuoka satu pulau dengan Nagasaki.

Kota ini telah memiliki bandara internasional yakni Bandara Fukuoka sehingga mudah diakses. Tapi jika kesulitan mencari penerbangan langsung dari Jakarta, maka bisa memilih penerbangan ke Tokyo (Bandara Narita) kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Fukuoka selama 1,5 jam atau mencoba transportasi publik dengan kombinasi bus dan feri atau mencicipi kereta api Shinkansen dari Tokyo ke Fukuoka sekitar lima jam.

Fukuoka merupakan kota terbesar di pulau Kyushu. Kota ini merupakan akses untuk menuju daratan Asia karena lokasinya yang paling dekat dengan Korea Selatan dan Tiongkok. Bahkan daerah ini memiliki pegunungan, pantai, dan pemandangan lautan. Di sini juga ada pulau cantik dan juga air terjun.

Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel Ir. H. Sulkaf S. Latief saat bersama Kadis Peternakan Pemprov Sulsel Azis Zainuddin di lokasi Peternakan Momoland jepang, Fukuoka, selanjutnya ke Aburayama.
Lokasi ini, sebagai Wisata peternakan bagi turis dan merupakan tempat edukasi bagi anak-anak pengunjung yang akan ke tempat ini.

Dalam mengedukasi pengunjung peternakan ini difasilitasi sapi jenis Wagiu sebanyak 4 ekor untuk memperkenalkan jenis sapi bagi masyarakat jepang mengkonsumsi daging paling terkenal dan termahal biasa mencapai 5 Jutaan per satukali konsumsi.

Demikian pula, sapi perah yang diperkenalkan pada masyarakat jenis Frieh Holland atau FH sebanyak 100 ekor yang merupakan penghasil susu berkisar 25 – 35 liter per ekor. Dan sapi-sapi tersebut milik peternak Aburayama yang dijadikan sentra bibit di peternakan ini.

Sejumlah sapi tampak di Peternakan Momo Land Aburayama Fukuoka Jepang. FOTO: DOK. SULKAF S. LATIEF

Selain itu, peternakan ini juga melakukan pegolahan susu sapi menjadi es krim, keju dan lainnya. Untuk kegiatan edukasi lainnya juga disediakan ternak lainnya seperti domba, kambing, ayam dan kuda.

Bagi masyarakat Jepang, untuk mengkonsumsi daging paling terkenal dan termahal biasa mencapai Rp 5 jutaan per satu kali konsumsi.

Demikian pula sapi perah di tempat ini juga diperkenalkan pada masyarakat. Jenisnya, Fries Holland atau FH sebanyak 100 ekor yang merupakan penghasil susu berkisar 25 – 35 liter per ekor.

Sapi-sapi tersebut milik peternak Gunung Aburayama yang dijadikan sentra bibit di peternakan ini.

“Selain itu peternakan ini juga melakukan pegolahan susu sapi menjadi es krim, keju dan sebagainya,” jelasnya.

Untuk kegiatan edukasi lainnya juga disediakan ternak lain, seperti domba, kambing, ayam dan kuda.

Melalui kunjungan rombongan Pemprov Sulsel ke Jepang ini dalam rangka menjajaki beberapa potensi dan kemungkinan kerja sama berbagai bidang, termasuk bidang peternakan. Selain itu, untuk melakukan survei awal bagaimana prospek antara kedua belah pihak, yang tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan investor. (AnRos) (bersambung 5)

** Ir. H. Sulkaf S. Latief, M.M, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel, melaporkan langsung dari Jepang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here