Beranda Internasional Sulsel Lirik Garam Hakata Jepang (Jajaki Potensi Kerjasama Sulsel-Jepang ~ Bagian 1)

Sulsel Lirik Garam Hakata Jepang (Jajaki Potensi Kerjasama Sulsel-Jepang ~ Bagian 1)

460
0
BERBAGI
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Sulkaf S. Latief, MM, berada diantara rombongan (pertama dari kanan). FOTO: DOK. SULKAF S. LATIEF

IMABARI-JEPANG, TEBARNEWS.COM Siapa yang tidak tertarik mengunjungi negara Jepang yang dikenal juga dengan sebutan Matahari Terbit dengan berbagai kelebihannya, termasuk memiliki potensi industri dan kemajuan teknologi yang bisa diacungi jempol negara lain.

Hal ini menjadi menarik saat rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berupaya melakukan kunjungan selama 8 hari, dijadwalkan tanggal 11-18 Desember 2018, guna menjajaki potensi kerjasamanya dengan negara sakura ini, yang memiliki perbedaan waktu lebih awal 1 jam dari Kota Makassar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan “Ir. H. Sulkaf S. Latief, MM.” ikut dalam rombongan menurunkan Laporannya secara bersambung.

Kunjungan pertama Rabu, 12 Desember 2018 melihat potensi pariwisata, bagaimana
belajar tentang pengelolaan pariwisata Jepang, bahkan melihat dari dekat bagaimana hasil-hasil pertanian dikelola koperasi.

Tim yang berangkat ke Jepang, dalam kunjungan di hari ke 2 terbagi dua tim. Tim pertama meninjau pabrik garam, sementara tim lainnya, termasuk Kabupaten Luwu Utara dan tim TP2D melihat produksi jeruk Ehime, yang dikenal sebagai daerah penghasil terbaik.

Budaya yang unik dengan menyuguhkan sesuatu inovatif dari negara yang terkenal dengan julukan negeri sakura. Tak jarang penemuan atau konsep baru hadir menjadi inspirasi secara mendunia. Industri dan teknologinya membuat rasa ingin tahu untuk mengunjungi negara ini dan melihat lebih dekat.

Kunjungan dihari ke dua, bagaimana rombongan lebih mengetahui bahkan belajar tentang peningkatan Kualitas Garam di Hakata Salt, Jepang.

Kunjungan ini untuk mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr., yang juga melakukan kunjungan kerja (kunker) dan menjajaki sejumlah potensi kerja sama antara Sulsel dan Jepang.

DKP sendiri melakukan survei tentang pengolahan garam dan cara budidaya ikan laut serta pelabuhan higienis. Pabrik pengolahan garam di Hakata Salt ini terletak di Kota Imabari, 70 Km dari Matsuyama yang merupakan Ibukota Provinsi Ehime.

Garam Hakata dikeluarkan oleh Hakata Salt Manufacturing sejak tahun 1973. Pabrik ini memperoleh bahan baku impor dari Mexico dan Australia kemudian diproses menjadi garam konsumsi.

Hakata Salt Manufacturing yang terletak di Kota Imabari, berjarak 70 Km dari Matsuyama, ibukota Provinsi Ehime, Jepang. FOTO: DOK. SULKAF S. LATIEF

Ekspor garam ini dilakukan garam ini ke berbagai negara termasuk Indonesia, rombongan diperlihatkan bagaimana mengolah garam untuk dibuat sabun yang harganya sampai Rp 250 ribu rupiah dan pembuatan es krim yang ditaburi garam.

Dari kunjungan ini bersama Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dan tim dari Universitas Hasanuddin, selanjutnya akan coba diterapkan peningkatan kualitas di Sulsel. Bagaimana bisa dikelola untuk peningkatan kualitas garam dengan kandungan 99 persen NaCl, untuk garam sulsel paling 92 persen Nacl.

Gubernur Sulawesi Selatan baru tiba sore Kamis, 13 Desember 2018 dari Tokyo akan bergabung untuk melihat pengelolaan sampah, pembuatan mobil Toyota Ehime dan kemudian diterima oleh Gubernur Ehime untuk perjamuan makan malam. (AnRos) (bersambung-2)

** Ir. H. Sulkaf S. Latief, M.M, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel, melaporkan langsung dari Jepang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here