Beranda Sulawesi Selatan Pentingnya Assesment Uji Kompetensi Bagi ASN

Pentingnya Assesment Uji Kompetensi Bagi ASN

52
0
BERBAGI
Pelaksanaan Assesment Uji Kompetensi ASN diruang Kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Lantai IV, berlangsung selama 2 hari, Rabu hingga Kamis (3-4/12/2018). FOTO: ANROS

MAKASSAR, TEBARNEWS.COM — Sektor Kelautan dan Perikanan ada dua yang harus menjadi perhatian yakni mengawal pembangunan dan melaksanakan pelayanan masyarakat. Untuk mencapai hal ini sangat penting untuk memahami kompetensi masing-masing ASN.

Hal ini diungkapkan, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel Ir. H. Andi Chairil Anwar. MM., saat mewakili Kadis membuka pelaksanaan Assesment Uji Kompetensi ASN diruang Kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung selama 2 hari, Rabu hingga Kamis (3-4/12/2018). Hadir Kepala Kantor Regional IV BKN Wilayah Makassar Sayadi, BKD diwakili Kepala UPTD Penilaian Kompetensi BKD Sulsel.

Menurut Chairil, sangat tidak mudah jika belum memahami kompetensi masing-masing, lantaran sebagai pendukung ada 3 hal yang harus terpenuhi termasuk Sumberdaya Manusia (SDM), sarana prasarana dan pembiayaan.

Penilaian obyektif melalui metodologi, tepat bekerja pada posisi, tugas dan tanggungjawab. Kemampuan dan kompetensi yang diukur secara obyektif, ketika mampu bekerja secara efektif maka seluruh tugas akan diemban.

Ketika, kemampuan yang bisa diekplor tidak membuahkan hasil maka akan memaksimalkan sesuai kompetensi ASN yg dimiliki semestinya sebagai aparatur.

Ujian ini sebagai wujud untuk memanfaatkan bagaimana bisa mengukur diri sendiri, koreksi diri mudah-mudahan hasilnya bisa lebih kondusif, nyaman dan tugas betul-betul untuk kepentingan pembangunan.

“Seluruh aktifitas diukur dengan kinerja, diukur dari output bukan dari kesibukannya, “tegas Chairil.

Kepala Kantor Regional IV BKN Wilayah Makassar Sayadi, mempertanyakan kemampuan ASN, apakah mampu mengikuti tata cara ketentuan yang ada saat ini.

Terkadang, tutur Sayadi, banyak yang mangkir di jalan. Setelah aturan yang saat ini mengacu pada Analisis Jabatan (Anjab) sudah menjadi tanggungjawab bersama masing-masing dinas.

Berapa jumlah beban kerja di masing-masing dinas, dari sini susah memindahkan jabatan begitu saja.

ASN yang profesional mampu atau tidak dengan uji kompetensi berarti bisa mengukur kompetensi masing- masing.

Dapat melihat uji kompetensi sesuai atau tidak, akan digali jiwa ASN oleh assessor. Wawancara akan tergali kompetensi apa yg dilakukan dan mendapat penilaian assessor. Sangat diharapkan berkembang untuk seluruh dinas-dinas yang ada di Sulsel.

Organisasi berjalan cepat apabila duduk pada jabatan sesuai kompetensinya, termasuk kreatifitas, maka ide muncul dengan sendirinya. Pelaksanaan pekerjaan ke depan, bagaimana jiwa dan keikhlasan kita bekerja.

“Kedepan harus bersaing dengan jaman, bagi yang tdk bisa mengikuti maka akan tergilas dengan sendirinya terlebih ASN seharusnya familiar dengan IT karena kedepannya seperti itu, pimpinan akan merotasi sesuai kompetensinya,” kunci Sayadi.

FOTO: ANROS

Panitia Pelaksana Ir. Sitti Nurdjihad, MP. Yang juga sebagai Kasubag Umum, Kepegawaian dan Hukum DKP Sulsel menyampaikan laporan pelaksanaan assesment uji kompetensi mengacu pada Dasar pelaksanaan UU No. 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negera (ASN).

Nurdjihad lebih jauh mengungkapkan, akan perlunya disikapi bagi ASN yang memiliki tingkat kemampuan untuk melaksanakan tugas efektif dan efisien. Untuk tahap ini pesertanya sebanyak 50 orang dan belangsung selama 2 hari dengan rangkaian materinya Psikometri, simulasi analisa kasus dan wawancara.

“Sehubungan dengan pelaksanaan ujian ini, sangat berkaitan dengan Pemetaan potensi dan kompetensi jabatan pelaksana dilingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, ” tutur Jihad. (AnRos/tn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here