Beranda Sekolah Balada Guru Di Kaki Gunung Pattontongang

Balada Guru Di Kaki Gunung Pattontongang

36
0
BERBAGI
Drs Muhannis sedang mengajar pada sekolah alam di kaki Gunung Pattontongang. FOTO: FB

TEBARNEWS.COM — Berbicara tentang kiprah dan peran guru dalam mencerdaskan anak bangsa, selalu saja kita diperjumpakan dengan berbagai cerita menarik serta menggelitik untuk dikutip. Kisah dan cerita tentang pengalaman sang guru dalam mendidik, tampil sangat variatif: memilukan, memperihatinkan, membosankan, menggembirakan, membahagiakan, penuh perjuangan, dan lainnya.

“Balada Guru di Kaki Gunung Pattontongang” di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan ini, adalah salah satu dari seribu satu cerita tentang guru atau mungkin tidak berlebihan jika dinamai “Catatan Hati Seorang Guru” yang menarik serta menginspirasi. Balada ini berkisah tentang pengalaman seorang guru senior bernama Drs Muhannis yang mengajar pada sekeolah alam di sebuah kampung terpencil.

FOTO: FB DRS MUHANNIS

Sang penulis novel berbahasa Makassar “Karruq ri Bantilang Pinisi” ini, mengungkapkan rasa harunya pada murid-murid yang punya motivasi belajar tinggi. Betapa tidak, hanya dengan pukulan kentongan para murid sudah berlarian menuju kelas meski tanpa alas kaki, hanya menggunakan sarung, serta pakaian seadanya. Pengalaman ini Tebarnews.com kutip dari akun Facebook Drs Muhannis yang diposting pada 4 Desember 2014 Pukul 20.43 lalu. Berikut petikan postingan yang dimaksud:

“Ternyata mengajar anak di sekolah alam Lappara sangat susah tp asyik. Sekedar mengisi waktu luang, sempatkan diri mengabdi di kampung terpencil di kaki Gunung Pattontongang pada sebuah sekolah alam yang tak memiliki guru tetap, kesukarelaan saja yang mengisi waktu mereka. TERHARU DENGAN PUKULAN KENTONGAN saja murid sdh berlarian ke kelasnya walau pakai sarung, tak beralas kaki, pakaian apa adanya karena dari kebun, dari tempat gembala dll, tak lama kemudian ibunya datang atau keluarga lainnya datang membawakan buku dan pinsilnya. SAYA sempat bermalam di kampung itu, waktu mau pulang radanya sangat terharu, karena semua murid termasuk orang tuanya datang meminta untuk datang lagi mengajar. Aku janji, nanti datang lagi tinggu yaaahhhh”.

Demikian ungkapan pengalaman sekaligus lukisan kerinduan anak-anak bangsa itu pada hadirnya sosok guru. Figur pendidik yang mengajari mereka berbagai pengetahuan dan menuntun mereka meraih cita-cita masa depan.(fb/am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here