Beranda Kampus Jurusan Sejarah UNM Hadirkan Maarten Hidskes Dalam Kuliah Umum

Jurusan Sejarah UNM Hadirkan Maarten Hidskes Dalam Kuliah Umum

466
0
BERBAGI
Maarten Hidskes saat memberi kuliah umum di hadapan para Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah yang bertempat di Ballroom Menara Pinisi UNM, Kamis (4/10/2018). FOTO: TEBARNEWS.COM

MAKASSAR, TEBARNEWS.COM — Maarten Hidskes sang penulis buku “Di Belanda Tak Seorang Pun Mempercayai Saya: Korban Metode Westerling di Sulawesi Selatan 1946-1947”, memberi kuliah umum di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (4/10/2018). Kegiatan yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan Sejarah UNM tersebut, berlangsung di Ballroom Menara Pinisi.

Acara ini dibuka Wakil Dekan III Fakuktas Ilmu Sosial UNM, Prof. Dr. Jumadi, S.Pd, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang di Kampus UNM kepada Maarten Hidskes dan rombongan. Jumadi yang juga dosen Jurusan Pendidikan Sejarah memberi motivasi kepada para mahasiswa bahwa buku adalah sumber inspirasi dan sumber bacaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut, dipandu oleh moderator Dr. Irsyad Dahri, SH, MH. “Kegiatan ini bukan promosi buku, tapi merupakan kuliah umum tentang Sejarah Sulawesi Selatan”, ungkap dia memulai acara.

Maarten Hidskes (kiri) bersama Irsyad Dahri (tengah) dan M. Rasyid Ridha (kanan) saat penandatangan bukti hadir sesaat sebelum penyerahan cenderamata, di Ballroom Menara Pinisi UNM, Kamis (4/10/2018). FOTO: TEBARNEWS.COM

Maarten Hidskes memulai materi kuliahnya dengan sebuah pernyataan bahwa buku yang ditulisnya tersebut bukan bagian dari pandangan para sejarawan, wartawan, atau pihak lainnya.

“Saya bukan bagian dari para penulis lainnya, tapi saya adalah bagian dari diri sendiri”, ujarnya.

Dengan demikian menurut dia silahkan jika ada yang memiliki pendapat lain.

Dalam penyajian materi kuliah umum tersebut, Maarten Hidskes menjelaskan bahwa saat ayahnya meninggal dunia, ia hanya meninggalkan beberapa foto dan dokumen tentang kejadian di Sulawesi Selatan.

Berkat dokumen itulah ia penasaran ingin mengkaji lebih jauh apa sebenarnya yang terjadi di Sulawesi Selatan hingga akhirnya mewujud buku.

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah UNM dari berbagai angkatan, unsur pimpinan fakultas, ketua Jurusan, sejumlah dosen, dan tamu undangan lainnya. (mg/tn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here