Beranda Event IPIM-Harian Fajar Launching Buku Merobek Demokrasi

IPIM-Harian Fajar Launching Buku Merobek Demokrasi

326
0
BERBAGI
Suasana launching Buku Merobek Demokrasi di Redaksi Harian Fajar, Sabtu (25/8/2018). FOTO: TEBARNEWS.COM

MAKASSAR, TEBARNEWS.COM — Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) bekerjasama Harian Fajar dan Pijar Press, gelar launching dan diskusi buku Merobek Demokrasi, Sabtu (25/8/2018). Kegiatan yang berlangsung di Studio Mini Harian Fajar tersebut, menghadirkan beberapa pembicara yakni Andi Baso Tancung, SPI, M.Si (IPIM), Dr. H. Aswar Hasan (Komisi Informasi Publik Sulsel), Ir. H. Sulkaf S. Latief, M.M (Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel), dan Akbar Handam (Divisi Non News Harian Fajar).

Diskusi yang dimoderatori oleh redaktur opini Harian Fajar, Ilham ini dibuka oleh Ketua Ikatan IPIM Sulsel Andi Baso Tancung, SP, M.Si. Dalam sambutannya ia menyampaikan proses membukukan kumpulan opini Harian Fajar berikut suka dukanya. Andi Baso juga mengungkapkan perlunya membukukan tulisan opini.

“Saya melihat Fajar adalah Koran terbesar di Indonesia Timur dan di dalamnya banyak ilmu pengetahuan, antara lain adalah artikel opini. Daripada tulisan yang termuat itu hanya jadi pembungkus kacang setelah berita korannya usai dibaca, mending dibukukan agar jadi koleksi berharga”, ungkapnya.

Buku ini lanjut Andi Baso diambil dari tulisan opini Fajar yang terkumpul sejak Juli 2017 hingga Juli 2018. Ketua Umum IPIM ini juga memaparkan sejumlah tantangan dalam proses pengumpulan artikel, dimana menurutnya sangat sulit terutama dalam hal kesiapan para penulis untuk menyertakan artikelnya dalam buku kumpulan tulisan tersebut.

Selanjutnya, mengenai judul buku Morobek Demokrasi, menurut dia sengaja dipilih dengan pertimbangan disesuaikan dengan tahun politik. Pertimbangan lainnya yakni judul ini sangat menarik untuk perhatian.

Aswar Hasan memulai ulasannya bahwa buku ini sangat menarik perhatian dan terkesan provokatif, namun isinya sangat dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya ia mengulas bahwa demokrasi dibentuk oleh lima hal yakni: sejarah dan konstitusi negara, aktor negara, kultur demokrasi, bagaimana demokrasi dilembagakan dalam institusi negara, dan citizen (warga negara).

Sementara itu, kata dia pihak yang merobek atau merusak demokrasi adalah 3 B yakni Bandit Politik, Badut Politik (badut politik), dan bandar politik.

Sesi foto bersama usai acara launching Buku Merobek Demokrasi. FOTO: TEBARNEWS.COM

Pembicara lainnya Sulkaf S. Latief, banyak menyampaikan tentang potensi rumput laut Sulawesi Selatan yakni salah satu tema yang ada dalam buku kumpulan tulisan ini.

Sementara itu, Akbar Hamdan mengatakan bahwa orang cerdas adalah pembaca opini. Ia juga menyampaikan kriteria tulisan opini yang dimuat di Harian Fajar. Lebih jauh ia mengungkap keperihatinannya terhadap lesunya aktivitas literasi.

“Literasi kita saat ini sangat rendah, sehingga perlu menggiatkan generasi muda untuk membaca buku”, ungkapnya.

Untuk itu menurutnya perlu ke depan dimediasi khusus penerbitan buku kumpulan tulisan anak-anak muda.

Kegiatan ini diikuti sejumlah dosen, guru, pejabat pemerintah, mahasiswa, para penulis opini, wartawan, serta undangan lainnya. (am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here