Beranda Kolom Menjaga Kepunahan Penyu

Menjaga Kepunahan Penyu

329
0
BERBAGI

INDONESIA dikenal sebagai negara kaya akan sumber daya alamnya. Tidak heran jika berbagai macam makhluk hidup ada di negeri ini. Bahkan makhluk purba pun masih kita dapatkan dan berkembang biak. Hal ini menjadi salah satu keistimewaan bagi negara ini. Salah satu mahkluk purba itu adalah Penyu yang hingga kini masih mendiami laut nusantara. Wajar saja jika pemerintah melarang keras mengambil penyu tersebut.

Akan tetapi tidak jarang juga masyarakat selalu memburu penyu ini untuk dijual karena harganya selagit. Banyaknya perburuan atas mahkluk langkah ini menjadi perhatian banyak orang sebab kalau dibiarkan perburuan ini terus berlangsung maka sudah pasti bahwa penyu itu akan punah. Nah, untuk menjaga kepunahan ini maka aparat keamanan yang membidangi perlindungan sumber daya alam ini benar-benar bisa “membasmi” orang-orang yang tidak bertanggungjawab tanpa pilih merek. Sebab kalau dibiarkan tentunya ini bisa memusnahkan penyu dimasa datang.

Meski kita ketahui bahwa tetap ada orang-orang yang prihatin dengan kehidupan penyu yang selalu terancam dari orang yang suka mengambilnya, termasuk telurnya. Salah satunya adalah membuat penangkaran penyu sehingga bisa memijah dan bertambah jumlahnya. Hal ini tidak terlepas dengan rasa keprihatinan akan punahnya penyu tersebut. Orang seperti ini sebaiknya didukung dan disupport baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar penyu bisa dikembangkan. Sebab makhluk purba ini memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi manusia, sehingga menjaga kepunahan itu sangat tepat.

Olehnya itu, banyaknya manfaat yang dikandungnya sehingga membuat orang tergiur untuk memburuhnya.  Sebab mulai dari sisiknya hingga bagian tubuh lainnya sangat bermanfaat. Namun, adanya penangkaran dan gencarnya aparat keamanan dalam melindungi penyu ini, maka jumlah penyu di tanah air memiliki perkembangan. Hal ini terlihat dengan beberapa pejabat dari berbagai instansi selalu melepas tukik ke laut dari hasil penangkaran untuk membiarkannya tumbuh dan berkembang. Penyu memang tempat hidupnya di laut sehingga ini perlu lebih digiatkan penangkaran agar dapat menghasilkan bayi penyu atau  tukik lebih banyak guna menjaga kepunahan.

Disamping itu, para nelayan yang sedang melakukan penangkapan ikan di laut dan tiba-tiba terjaring penyu di  pukatnya, maka sebaiknya dilepaskan. Jangan diambil lalu dijual. Sebab disisi lain orang sengaja melepaskan anak penyu ke laut, tapi orang lain menangkpnya. Hal ini sangat kurang baik jika kita mengambil penyu yang nyata-nyata pemerintah melarangnya karena sudah masuk dalam makhluk yang dilindungi. Jadi diharapkan kepada masyarakat khususnya nelayan bukannya mengambil penyu, tapi mari kita membantu menjaganya dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kalau ada orang lain yang didapat  mengambilnya, maka segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang, sehingga orang tersebut dapat diproses secara hukum sesuai dengan pelanggarannya.

Kalau nelayan sudah bertindak sebagai penjaga di lapangan, maka itu berarti bahwa kita menjaga kepunahan penyu. Sebab siapa lagi yang meyelamatkan sumber daya alam kita kalau bukan para nelayan atau masyarakat umum lainnya. Jadi sebaiknya orang-orang yang suka mengambil penyu, bisa menghentikan kebiasaannya itu agar penyu ini bisa hidup dan berkembang biak. Melihat penyu merupakan suatu kesyukuran karena penyu itu termasuk makhluk purba atau langkah  tapi ternyata sampai hari ini masih bisa kita saksikan. Jadi menjaga kepunahan penyu itu sangat penting agar anak cucu kita kelak juga bisa melihat dan mengetahuinya, bahkan makluk yang tergolong lama hidup di dunia ini ternyata masih bisa kita lihat dengan mata secara langsung.

Oleh karena itu, para penangkar juga bisa menambah lokasinya agar banyak penyu bisa dikembangkan. Begitu pula telur-telur penyu yang ada di pulau-pulau agar tetap dijaga keberadaanya agar bisa menetas. Kita tidak perlu mengambil telurnya hanya karena kepentingan pribadi. Masih banyak sumber daya alam yang bisa kita manfaatkan tanpa mengganggu telur-telur tersebut. Dengan demikian, maka penyu yang ada sekarang itu baiknya dijaga, bukan diburuh. Mudah-mudahan kita semua menyadari betapa pentingnya menjaga mahkluk purba ini. Semoga !

Penulis adalah Alumni Pasca Sarjana Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan (MPTK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here