Beranda Artikel Opini Perlukah Zonasi Sekolah Diterapkan?

Perlukah Zonasi Sekolah Diterapkan?

356
0
BERBAGI

DUNIA pendidikan tak henti-hentinya mencari formulasi untuk memperbaiki sistim pendidikan di Indonesia agar mutu dan kualitasnya meningkat. Pasalnya, beberapa dekade dimana dunia pendidikan masih terkesan biasa-biasa saja bila dibandingkan pendidikan di luar negeri. Wajar saja jika mutu atau luaran belum mampu menyaingi luaran dari negara lain. Hal ini dapat dilihat diberbagai kesempatan pada even internasional. Walapun tetap diakui bahwa tetap ada satu atau dua orang yang berprestasi tapi hanya individu saja.

Dengan demikian pemerintah tetap melakukan perbaikan sana sini sehingga muncullah aturan untuk menerapkan zonasi bagi siswa baru. Dimana sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu program pemerintah untuk mempermudah siswa untuk mendaftar di sekolah, bahkan zonasi ini dapat mengakomodasi siswa tidak mampu untuk mendapatkan sekolah. Sistem zonasi diterapkan agar siswa dapat diterima di sekolah yang dekat dengan domisilinya, bahkan ini sangat tepat jika dikatakan dapat  melindungi warga yang tidak mampu.

Diakui atau tidak jika pemerintah berkeinginan, maka itu sudah tentu dan pasti akan diterapkan. Walaupun di tengah masyarakat tetap terjadi pro dan kontra dengan sistim zonani ini. Pemerintah memang mau mencari yang terbaik untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, terkadang program pemerintah itu  dilakukan secara terburu-buru dan tidak memprtimbangkan disekelilingnya. Wajar saja jika dalam perjalanannya baru ditemukan kekurangan sana sini, sehingga program tersebut langsung dirubahnya kembali.

ilustrasi. FOTO:YOUTUBE

Kalau kejadiannya seperti ini maka yang dirugikan adalah masyarakat. Jadi pemerintah dalam menerapkan kebijakan tidak perlu tergesah-gesah hanya untuk menggolkan suatu program tanpa berpikir panjang. Memang diakui kalau sistim zonansi kelihatannya sangat bagus karena dapat mengakomodir semua siswa tanpa ada lagi yang menganggur dan itulah yang diharpkan pemerintah.  Akan tetapi apakah sistim zonasi perlu diterapkan segera ?

Jangan sampai baru berjalan beberapa tahun langsung dirubah lagi formulasinya sehingga siswa langsung bingung tanpa penjelasan lebih lanjut. Namun, kalau sistim zonasi bisa dipertahankan dan itu tidak mengalami perubahan maka sangat baik untuk siswa dimasa akan datang. Akan tetapi di Indonesia masih menganut sistim kekuasaan, dimana penguasa atau pejabat dibidangnya masing-masing selalu menerapkan programnya, tapi saat lengser maka program tersebut tidak lagi digunakan alias diganti sehingga ini kerap menjadi batu sandungan dalam dunia pendidikan. Mestinya siapapun yang menjabat di tempat itu harus melanjutkannya agar tidak terkesan program dibuat hanya untuk menghamburkan uang negara.

Olehnya itu, sistem zonasi perlu dipikirkan secara matang sehingga dikemudian hari tidak ada yang dirugikan. Sebab sistim ini tidak ada jaminan sampai kapan bisa bertahan dan langsung ganti. Inilah yang harus diperhatikan bahwa menerapkan sebuah kebijakan tidak perlu terburu-buru. Tapi harus digodok dan dipertimbangkan dari semua sudut agar pondasinya tetap kokoh dan kuat.

Meski diakui bahwa sistim zonasi sekolah ini dapat menyamaratakan mutu pendidikan sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit yang dikerumuni siswa karena terkenalnya. Tapi perlu diketahui bahwa banyak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Gedungnya masih belum layak kerena butuh perbaikan. Belum lagi gurunya yang mengajar juga sangat terbatas. Bahkan ada sekolah kekurangan guru padahal siswa ini sangat membutuhkan guru. Belum lagi mutu dari pada guru tersebut tidak menjamin akan kemampuannya sehingga banyak siswa lebih pintar dari gurunya.

Hal ini perlu dievaluasi agar sistim zonasi tidak merepotkan dikemudian hari. Kita tidak langsung gembira dan mencapkan seratus persen sukses tanpa ada kajian yang mendalam. Jangankan di  daerah di kota saja masih banyak guru yang kemampuannya dibawah rata-rata sehingga perlu adanya kebijakan untuk semua guru menambah ilmu pengetahuan dan wawasannya agar siswa yang dihadapinya bisa berjalan dengan baik.

Begitu pula sekolah  di daerah sehingga semuanya harus dipersiapkan agar sekolah-sekolah di daerah bisa setara dengan yang ada di kota. Jadi sekali menerapkan aturan atau kebijakan harus secara keseluruhan agar aturan itu tidak terkesan dipaksakan. Sebab kalau masih ada unsur asal jadi, maka kedepan pasti ada yang dirugikan. Minimal anggaran pendidikan terkuras percuma sebab program yang digagas hanya berjalan beberpa tahun langsung diganti lagi.

Jadi pemerintah benar-benar bisa meyakinkan semua pihak bahwa sistim zonasi ini mampu bertahan dan akan lebih baik lagi di masa depan. Kalau ini sudah diyakini masyarakat maka program zonasi tidak sisa-sia dilaksanakan di negeri ini. Apalah artinya program dibuat kalau hanya untuk dirubah kembali dalam waktu singkat. Meski keinginan pemerintah itu sangat baik karena ingin melihat generasi muda ini jauh lebih pintar  agar perkembangan teknologi dapat berjalan seiring peningkatan ilmu pengetahuan anak sekolah.

Dengan demikian, maka penerapan sistim zonasi ini perlu dipikirkan dan dimatangkan agar tidak ada yang merasa dirugikan dibelakang hari. Semoga zonasi bisa bertahan dan berjalan sesuai keinginan semua pihak.**

__________________

Penulis adalah Pengurus Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) Sulsel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here