Beranda Artikel Opini Belajar Sejarah: Membina Karakter Bangsa

Belajar Sejarah: Membina Karakter Bangsa

302
0
BERBAGI

KARAKTER Bangsa serta pengembangan bangsa dan Negara, merupakan konsekuensi dari lahirnya kemerdekaan suatu bangsa dan Negara, yang pernah mengalami penjajahan dari bangsa lain. Dimana penguatan atau pembinaan ini terutama ditujukan pada bangsa dan Negara Republik Indonesia dengan memahami arti pentingnya pembelajaran sejarah terutama ditujukan kepada kesatuan politik dan kultural sebagai penguat karakter bangsa sekarang dan masa akan datang bahkan dalam segala bidang dalam kehidupan manusia, dan terbentuknya kesadaran nasional dalam menjaga NKRI.

Untuk mendapatkan suatu gambaran umum, tentang apa yang difokuskan pada secuil ide dalam tulisan ini, maka penulis lebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan pembinaan bangsa. Membina berarti memelihara dan mengembangkan aspek-aspek dalam sejarah. Terutama dalam pembinaan serta pengembangan bangsa dan Negara, adalah merupakan konsekuensi dari satuan kemerdekaan suatu bangsa, yang pernah mengalami penjajahan dari bangsa lain. Dalam pembinaan ini, terutama ditujukan kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang meliputi kesatuan politik dan kultural, bahkan juga pembinaan bangsa dan Negara ini, mencakup pembinaan dalam segala bidang kegiatan, dalam kehidupan manusia, demi terbentuknya kesadaran nasional.

Masalah dalam pembinaan bangsa dan Negara ini, adalah suatu masalah yang bersifat kompleks, dan mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia, dan dalam pelaksanaannya, harus ditunjang oleh ilmu pengetahuan. Dengan demikian, jelaskan kepada kita, betapa besar peranan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan pembinaan bangsa dan Negara, termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan sejarah, seperti yang dikemukakan oleh R. Soekmono: “bahwa sejarah adalah penting artinya bagi Negara, dan bagi corak nasional di dalam pendidikan kita”.

Pentingnya Belajar Sejarah dalam Pembinaan Karakter Bangsa

Berdasarkan pernyataan tersebut di atas bahwa jelaslah keadaan kita, betapa pentingnya peranan sejarah, dalam hubungannya dengan pembinaan bangsa dan Negara pada umumnya, dan bangsa Indonesia pada khususnya, dan sebagai warga Negara yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan, harus turut berpartisipasi dalam pembinaan serta pembangunan bangsa dewasa ini.

Dalam pembelajaran sejarah dan uraian buku-buku sejarah telah kita menyaksikan, bagaimana kerasnya penindasan dan penekanan para penguasa yakni penjajah di Masa Pemerintahan Hindia Belanda dan Jepang, namun tidak mampu melumpuhkan seluruh bidang kegiatan perjuangan bangsa kita, sebab bila pembinaan itu terhalang, suatu bidang kehidupan dan perjuangan, maka pikiran dan tenaga pembina, menyalurkan potensinya di bidang lain. Oleh karna sejarah perjuangan Indonesia, adalah kontiunitas, dari suatu perjuangan generasi yang satu kegenerasi pelanjut. Salah satu bidang kehidupan, yang tidak dapat dikekang oleh penjajah atau kaum penguasa, ialah bidang kebudayaan dan keagamaan, di antaranya seni-sastra, seni suara dan lain sebagainya.

Ilustrasi. Siswa Belajar Sejarah. FOTO:OLD.SOLOPOS.COM

Dalam bidang inilah, bangsa Indonesia mendapat kesempatan, untuk memupuk dan membina kekuatan-kekuatan kerohanian, untuk menyadari apa arti kemerdekaan, penjajahan, kebebasan dan perbudakan. Demikianlah pembinaan bangsa kita yang tidak pernah berhenti, dari masa ke masa, baik adanya famtor-faktor internal, maupun eksternal. Dan juga tidak pernah mengalami degradasi secara total, namun kini, kita merasakan adanya perubahan yang sangat besar yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita.

Sebuah alasan penulis untuk mengambil judul ini sebagai jawaban untuk menemukenali secara implisit bahwasanya sejarah itu adalah merupakan suatu ilmu yang sangat penting dalam perkembangan hidup dan kehidupan manusia. Pertumbuhan sejarah sebagai ilmu, seolah-olah sangat dipengaruhi oleh situasi sejarah suatu bangsa, yang mengharuskan untuk memikirkan masalah-masalah hidup dan matinya suatu bangsa atau Negara. Dalam artian bahwa hidup itu, kita harus berjuang, untuk membebaskan diri, bangsa dan Negara dari kekuasaan siapapun juga, yang ingin menguasai atau menjajah kita. Sebagai contoh, perjuangan bangsa Indonesia dalam mengahadapi Penjajahan Belanda dan Jepang sampai pada titik kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang merdeka dan berdaulat dimana Republik Indonesia itulah menjadi alat perjuangan kearah kehidupan kebangsaan yang bebas dan adil makmur.

Sejarah sebagai ilmu, memang penting sekali dalam kehidupan manusia terutama dalam pembinaan karakter bangsa sejalan dengan pernyataan ahli sejarah Jerman bahwa “Bangsa Jerman menang dalam perang Jerman – Perancis (1870) tidak karena jenderal-jenderalnya, tetapi karena guru-guru rakyat Jerman yang mendidik bangsanya mengajarkan sejarah bangsanya” (Baca: R. Moh. Ali, Sejarah dalam Revolusi dan Revolusi dalam sejarah, 1965).

Peranan sejarah dalam pembinaan karakter bangsa disebabkan oleh adanya fungsi-fungsi, yang terkandung dalam sebuah karya sejarah, yang mengandung nilai-nilai yang bersifat mendidik, bagi martabat kemanunusiaan, sebab mendidik dan mengajar adalah membentuk manusia berakhlak, berkelakuan baik dan benar, dengan memimpin dan menuntun perkembangan guna mengajarkan sejarah dengan bimbingan dan teladan yang nyata, teori dan praktek dalam kehidupan kemasyarakatan, kesenian dan keagamaan yang bersumber dari kehidupan kebudayaan.

Sejarah berguna bagi kehidupan manusia, karena nilai-nilai yang logis dan etis, yang terkandung dalam karya sejarah tersebut, sebagai hasil penggarapan dari tiap fase kehidupan dari berbagai ruang dan waktu serta dari masa kemasa sehingga sejarah menghidupkan dan mengembangkan cara berpikir dan merasa melalui pembelajaran sejarah yang berkesinambungan (up to date), dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama pada pembinaan karakter bangsa.

Secara historis pembinaan karakter bangsa bertitik tolak pada nilai-nilai luhur budaya bangsa yang diajarkan pada orang tua, para pendidik, pemerintah dan para tokoh masyarakat yang bertumpuh pada kesadaran sejarah dalam memberikan bimbingan dan membentuk akhlak dan jiwa generasi muda dalam kehidupannya (life long education).

Sejarah tidak diartikan, Namun mendidik dan mengajar mencapai Peri-Kehidupan, Keadilan dan Kebahagiaan

Berbicara tentang sejarah dan bangsa, kita harus memperhatikan, beberapa hal yang mencakup segala kejadian dalam kehidupan manusia. Karena masalah ini memerlukan pengertian serta penguraian yang teliti, agar supaya tidak mendapat kekeliruan, dalam menempatkan pengertian sejarah karna sejarah tidak diartikan namun menjadi pelajaran dimasa akan datang bahkan kesadaran sejarah akan mengarahkan dan memberikan bimbingan kearah yang lebih baik.

Menurut ahli sejarah (Sarita Pawiloy) bahwa Pelajaran sejarah banyak sekali pengertian-pengertian dan pendapat-pendapat umum tentang belajar sejarah itu, akan tetapi, yang penting kita ketahui, bahwa belajar sejarah itu, dapat memperkuat kepribadian, untuk menyelidiki latar belakang suatu kejadian, serta sebab-sebabnya, serta hubungannya dengan kejadian yang lain.

Sejarah itu adalah proses perjuangan manusia, untuk mencapai peri-kehidupan kemanusiaan yang sempurna. Dalam proses perjuangan ini, mewujudkan suatu peri-kehidupan kemanusiaan sesuai dengan cita-cita kemanusiaannya. Yang meliputi seluruh umat manusia, dalam wujud yang sempurna, yaitu “keadilan dan kebahagiaan”. Oleh karena itu pendidik hendaknya tidak hanya memberikan pengertian, namun memberikan contoh karakter dalam pelajaran sejarah, sehingga peserta didik dapat memahami dan menghargai serta memanfaatkan ide yang terkandung dalam sejarah.

Penulis adalah dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here