Beranda Kolom Bambu Sebagai Pengendali Pencurian di Tambak

Bambu Sebagai Pengendali Pencurian di Tambak

465
0
BERBAGI

MESKI kita  tahu bahwa selama ini tambak itu sangat tidak aman bagi para pencuri ikan atau udang yang beroperasi pada malam hari. Apalagi kalau jarak tambak dengan rumah pemilik terlalu jauh sehingga tidak ada waktu untuk mengontrolnya. Wajar saja jika tamu tak diundang itu sering menyatroni tambak-tambak yang sudah siap panen. Pasalnya, pencuri ini memang sengaja mencari mangsa guna memperkaya diri sendiri dengan mengambil barang orang tanpa peduli dengan kerugian yang dialami oleh petambak.

Hal ini banyak dijumpai di pelosok desa terutama bagi petambak yang susah menjaga tambaknya. Olehnya itu, berbagai cara dilakukan pula oleh petambak untuk menghalau aksi kejahatan yang dilakukan oleh pencuri ini. Sebab para pencuri itu tidak segan-segan menghabisi isi tambak orang untuk sehingga hasilnya langsung habis. Nah, dengan demikian salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan bambu sebagai pengendali pencurian di tambak. Bambu ini diambil yang kecil-kecil untuk ditancapkan di pinggir tambak guna menghalangi pencuri langsung menjala  atau memakai pukat karena terhalang oleh bambu tersebut.

Bambu yang digunakan itu biasanya setelah sebatang bambu yang baru ditebang sebelum ujungnya langsung dipotong dan itu artinya banyak cabang-cabng bambu bisa langsung ditancapkan di pinggir tambak atau saluran tambak sesuai dengan kebutuhan. Bambu ini dipasang di sekeliling saluran tambak agar pencuri ini merasa susah untuk langsung turun di dalam tambak. Disamping itu bisa juga membahayakan dirinya lantran bambu yang tenggelam itu bisa tertusuk kakinya karena tidak kelihatan. Hal ini sudah ada beberapa petambak yang melakukannya sehingga ini juga bisa menghalau pencuri.

Meski sebenarnya bisa dicabut tapi itu mengambil waktu yang cukup panjang untuk melakukan pencurian sehingga pencuri ini merasa tidak nyaman dalam melakukan aksinya. Oleh karena itu, pencuri langsung menghentikan kegiatannya jika mengetahui bahwa di tambak tersebut ada penghalangnya. Sebab semua pencuri itu selalu yang mau praktis tanpa ada halangan jika bereaksi sebab selalu diburu oleh waktu. Sementara kalau banyak bambu sebagai penghalang itu tidak mungkin dilakukan karena selain menyita waktu juga sangat kerepotan dalam menyingkirkan bambu-bambu tersebut.

Hal ini menjadi salah sau pilihan bagi petambak untuk memanfaatkan bambu ini sebagai penghalang. Jadi bambu digunakan sesuai dengan luas lahan yang akan diisi sehingga sangat susah untuk diambil ikannya. Semakin banyak bambu yang ditancapkan di tambak semakin aman sebab itu sudah pasti bahwa tidak ada lagi celah untuk melakukan kegiatan baik itu langsung menjala maupun memasang pukat.

Jadi petani tambak yang belum mengenal fungsi lain bambu di tambak ini bisa dicoba lantaran efektif dalam menangani pencurian di tambak. Mudah-mudahan petani tambak bisa menyelamatkan isi tambaknya dengan menggunakan bambu yang ada. Semoga ini bisa bermanfaat dimasa akan datang sehingga pencuri ini selalu berpikir jjika akan melakukan aksinya. Semoga !

Penulis adalah Alumni Pasca Sarjana Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan (MPTK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here