Beranda Artikel Opini Kontroversi Tercecernya E-KTP

Kontroversi Tercecernya E-KTP

501
0
BERBAGI

IDENTITAS seseorang memang sangat dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Betapa tidak, jika identitas itu tidak dimiliki lantas terjadi sesuatu dalam perjalanannya, maka orang tidak bisa mengakui siapa sebenarnya dia. Hal tersebut menjadi sangat penting dimiliki oleh semua orang di negeri ini. Tanpa adanya identitas diri itu sama saja kalau kita berjalan di atas bumi secara illegal dan sewaktu-waktu bisa dikategorikan bemacam-macam sesuai dengan persepsi orang dari sudut mana mereka memandang.

Olehnya itu, Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas diri yang dikeluarkan oleh negara merupakan hak mutlak dan harus dimiliki oleh rakyat Indonesia sebagai identitas diri yang sah, sehingga siapapun harus mengantonginya. Pasalnya, tanpa KTP itu sangat susah dalam menjalankan aktivitas atau bisnis lainnya, sebab segala sesuatu yang menyangkut urusan kantor baik itu kantor pemerintahan maupun kantor swasta semuanya meminta identitas berupa KTP. Tanpa adanya KTP tentunya sangat sulit untuk dilayani. Jadi KTP ibarat “jimat” yang tidak boleh dilupa dan harus selalu ikut di dalam dompet atau tempat yang dianggap aman.

Akan tetapi KTP yang ada sekarang dengan kebijakan pemerintah di mana beberapa tahun lalu sudah berubah dari KTP dibuat secara manual, dirubah menjadi KTP elektorik (e-KTP) dan berlaku di seluruh Indonesia. Adanya kebijakan ini membuat masyarakat sedikit  resah sebab sejak diluncurkannya atau dimulainya proyek ini hingga kini belum juga rmpung. Bahkan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkannya sehingga mereka merasa khawatir karena keterlambatan blangko dari pusat yang tiba di daerah. Bisa dibayangkan sudah beberapa tahun e-KTP digulirkan tapi hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan. Bahkan mereka antri baik itu di Kantor Camat maupun di Kantor Catatan Sipil atau sesuai dengan petunjuk pemerintah.

Ilustrasi. FOTO:INT

Masyarakat rela antri berjam-jam demi untuk mendapatkan KTP tersebut. Tapi apa lacur, antrian terkadang mengecewakan karena selain tiba-tiba blangkonya habis, juga terkadang server atau jaringan lagi bermasalah sehingga tidak bisa tersambung lagi. Karena semuanya serba elektronik sehingga tergantung fasilitas internet. Jadi kalau ini terjadi berarti masyarakat lagi yang dirugikan, baik secara materil maupun tenaga, waktu dan pikiran sehingga ini juga terkesan sangat menghambat pekerjaan atau aktivitas hanya gara-gara antri KTP. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi kalau memang pemerintah mau mengurus KTP tersebut secara serius. Sebab persoalan KTP bukan lagi urusan yang perlu diporsir tapi itu sudah menjadi pekerjaan rutin yang harus segera diselesaikan.

Tapi kenyataan di lapangan persoalan KTP selalu menjadi permasalahan yang tidak pernah selesai, padahal ini sebenarnya tidak perlu diperlambat atau dipersulit lantaran sudah ada acuan dan itu harus segera dituntaskan. Bisa dibayangkan kalau masyarakat rela antri berhari-hari tapi tetap mereka tidak bisa mendapatkan KTP tersebut hanya persoalan sepele. Jadi pemerintah benar-benar bisa memberikan pelayanan kepada warganya agar tidak terombang ambing hanya mengurus satu macam saja persoalan, sementara persoalan lainnya masih banyak yang menghadang. Tapi anehnya, beberapa hari lalu di mana KTP yang dimuat oleh mobil dan sempat terbalik dan tercecer di tengah jalan yang membuat masyarakat terbelalak matanya melihat, betapa banyaknya KTP yang mengendap entah mau dibawa kemana tiba-tiba jatuh di tengah jalan hingga ini menjadi viral di media sosial. Maka berbagai argumen yang muncul dari masyarakat maupun unsur pemeritah.

Bahkan ada beberapa penjelasan disampaikan oleh unsur pemerintah yang menangani KTP tercecer tersebut bahwa KTP itu sudah rusak dan akan digunting sudutnya pertanda itu tidak boleh lagi digunakan. Tapi anehya kenapa mesti sekarang baru ada kemauan untuk menggunting atau memusanahkan KTP tersebut padahal sudah lama ini kejadiannya. Kenapa baru sekarang dimunculkan untuk digunting. Kalau memang seperti itu dimana KTP tersebut mengendap, kok baru kasak kusut lagi. Seandainya tidak tersalurkan ke masyarakat. Kalau itu memang rusak kenapa sejak lama tidak dimusnahkan. Nanti kedapatan baru banyak tanggapan yang macam-macam dan sepertinya tidak masuk akal. Beginikah sistem kinerja pemerintah mengurus rakyatnya yang terkesan selalu menyembunyikan sesuatu yang memang dianggap penting.

Hal ini menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa siapapun yang menyembunyikan kebenaran itu pasti akan terjadi. Ada pepatah mengatakan bahwa barang yang busuk itu pasti akan terbongkar juga. Ibarat mangga macan dan durian, meskipun orang menyembuyikan di tempat yang tidak bisa dijangkau, tapi pasti ketahuan lewat baunya yang menyemburkan atau menusuk hidung. Jadi apapaun yang kurang baik, lambat atau lama pasti akan  terbongkar juga. Nah, begitu juga kejadiannya KTP tersebut, sebab sudah lama KTP ini jadi tapi kenapa baru mau dimusnahkan nanti tercecer dan masyarakat sudah tahu baru ada kemauan seperti itu.

Olehnya itu, persoalan KTP mestinya harus segera dituntaskan agar tidak berlama-lama yang memang ditunggu masyarakat sebagai identitas. Kita tidak boleh selalu menggampangkan sesutu kalau memang itu tidak bisa dilanjutkan. Pemerintah seharusnya serius dalam hal ini agar masyarakat tidak merasa was-was dalam menjalankan aktivitasnya. Mudah-mudahan kejadian ini menjadi renungan atau pelajaran bagi kita semua bahwa pemerintah itu harus segera menuntaskan semua persoalan KTP. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. Semoga !

Penulis adalah Direktur Penerbit Pijar Press, tinggal di Kota Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here