Beranda Kolom Transplantasi Karang Mencegah Kepunahan

Transplantasi Karang Mencegah Kepunahan

323
0
BERBAGI

DEWASA ini, perilaku nelayan dalam menangkap ikan di laut sudah tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Artinya lingkungan yang mereka tempati mencari ikan sudah tidak dipedulikannya. Bahkan terkesan cenderung merusak lingkungan demi untuk memburu hasil tangkapan yang banyak. Cara-cara  penangkapan ikan pun sudah tidak terkontrol lagi karena semata hanya memburuh hasil tangkapan yang banyak.

Bisa dibayangkan kalau satu orang nelayan menggunakan bahan peledak atau bom ikan di laut dan merusak lingkungan. Termasuk terumbu karang. Kalau misalnya ada sepuluh orang menangkap ikan secara bersamaan, meski tetap memiliki jarak agak berjauhan. Maka lingkungan di sekitar itu sudah pasti bahwa akan ikut tercemar dan terumbu karangnya akan rusak. Walaupun mereka tidak menyadari kelakuan atau tindakan yang dilakukannya karena dia hanya  membutuhkan ikan.

Memang diakui bahwa persoalan lingkungan terutama terumbu karang dikhawatirkan semakin hari semakin rusak sehingga perlu adanya langkah-langkah untuk menyelamatkannya. Sebab kapan dibiarkan begitu saja tentunya terumbu karang yang memiliki banyak fungsi ini akan tergerus dan pada akhirnya akan punah. Kalau terumbu karang sudah punah tentunya yang rugi adalah bangsa Indonesia itu sendiri terutama generasi muda atau anak cucu kita ke depan. Sebab mereka tidak dapat lagi menyaksikan tanaman air yang memiliki nilai eksotis tinggi itu.

Mereka hanya melihat di gambar-gambar saja tanpa bisa menikamti petualangannya di laut. Sebab apalagi yang mau dilihat kalau sudah habis alias punah. Jadi sebelum terjadi kepunahan, maka perlu adanya transplantasi karang atau penanaman kembali karang-karang ini agar bisa hidup dan tumbuh meski tetap membutuhkan waktu yang lama. Transplantasi karang merupakan upaya pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam ditempat lain atau ditempat yang karangnya telah rusak, sebagai upaya rehabilitasi. Peremajaan karang ini merupakan salah satu solusi mengatasi kerusakan karang yang lebih parah. Sebab melihat prilaku nelayan yang cenderung merusak itu harus diantisipasi dan diberi pemahaman agar terumbu karang harus tetap dijaga.

Jika terumbu karangnya tetap terjaga dan bisa bertahan maka yakin saja bahwa ikan-ikan karang akan tetap berada di wilayah itu. Bahkan nelayan terbantu lantaran tidak terlalu jauh lagi keluar dari pinggir pantai lalu mendaptkan ikan. Sebab kalau terumbu karangnya hilang tentunya ikan-ikan karang akan berpindah tempat. Hal ini berarti masyarakat akan kewalahan lagi mencari ikan sebab lokasinya pasti jauh dan membutuhkan tenaga, BBM dan fasilitas pendukungnya jauh lebih mahal.

Memang diakui bahwa nelayan tidak memikirkan itu semua karena mereka hanya memburuh ikan yang ada sekarang. Sementara dampaknya ke belakang mereka tidak mau tahu. Sehingga kelakuan yang terjadi saat ini sudah menjadi kebiasaan buruk dan perlu diberikan penyuluhan agar sifatnya yang “menyapu” bersih ikan-ikan itu harus segera diberi pemahaman. Malah kalau perlu dia sendiri yang harus menjaga terumbu karangnya sebab mereka mendapatkan hasil dari lingkungan terumbu karang tersebut. Olehnya itu, transpalantasi karang ini menjadi jalan tengah untuk mencegah kerusakan. Kalau ini sudah dilakukan maka sebaiknya masyarakat tidak lagi merusaknya dan bahkan kalau perlu wilayah transplantasi itu harus dijaga dan tidak boleh ada lagi penangkapan untuk sementara, agar terumbu karang yang baru ditanam tdiak terganggu, sehingga bisa tumbuh dengan baik.

Kalau sudah tumbuh apalagi sudah besar itu bisa dilakukan penangkapan tapi jangan dirusak. Artinya daerah transplantasi karang harus dijadikan sebagai “Zona” laranganan sementara bagi nelayan untuk menangkap ikan, sehingga karangnya tumbu dengan baik juga ikan-ikan yang ada di daerah itu akan lebih besar karena tidak ada  kegiatana penangkapan.

Olehnya itu, transplantasi karang sangat perlu dilakukan di seluruh wilayah Indonesia agar terumbu karang yang menjadi “primadona” laut itu tetap bertahan. Sebab kapan terumbu karang kita akan hancur maka apalah artinya luas lautan kalau tidak memiliki panorama atau keindahan. Karena karang ini merupakan “mahkota” bagi laut yang selalu memberikan ketenangan bagi siapa saja yang melihatnya di bawah laut. Semoga apa yang kita miliki sekarang agar tetap dijaga dan jangan selalu bertindak di luar batas hanya karena memburuh sesuatu untuk kepentingan diri sendiri.

Mudah-mudahan terumbu karang ini tetap bisa dijaga dan bertahan hingga anak cucu kita juga dapat menikmati keindahannya. Semoga.!

Penulis adalah Alumni Pasca Sarjana Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan (MPTK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here