Beranda Kolom Peluang Bisnis Udang Vannamei

Peluang Bisnis Udang Vannamei

491
0
BERBAGI

MASYARAKAT Sulawesi Selatan yang dikenal dengan kegigihannya dalam melakukan budidaya baik itu ikan maupun udang. Pasalnya, budidaya udang windu (Penaeus monodon) sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan secara turun temurun. Wajar saja jika sebagian besar masyarakat yang berdomisili di daerah pesisir pekerjaannya bertambak atau mencari ikan di laut. Namun budidaya udang windu yang sering terkena virus sehingga mereka mengganti komoditasnya dengan udang vannaemi (Lithopenaeus vannamei).

Udang vannamei yang juga dikenal dengan udang putih sudah ada yang melakukan budidaya. Meski kita tahu bahwa udang putih ini belum lama masuk di Indonesia dan sebagian masyarakat masih belum mengenalnya dengan baik. Wajar saja jika udang putih ini hanya sebagian yang melakukan budidaya. Karena mereka tetap mempertahankan udang windu sebagai usaha yang masih memberikan keuntungan.

Hal ini terlihat di desa-desa atau daerah pesisir, petambak tetap mengunggulkan udang windu yang sudah mendarah daging. Sebab udang windu sudah banyak memberikan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Walaupun sudah ada yang beralih kepada udang putih baik untuk coba-coba maupun sudah full dalam budidaya.

Udang Vannamei atau udang putih merupakan jenis udang introduksi dari Amerika Selatan yang banyak dibudidayakan di Indonesia sejak akhir 90-an. Hal ini dilakukan untuk menggantikan udang windu  yang sudah sulit dibudidayakan karena serangan virus White Spot. Memang diakui bahwa udang windu pernah mengalami gagal panen akibat virus, sehingga banyak petambak yang rugi. Adanya jenis udang yang baru ini, maka petani tambak sebagian sudah mencobanya. Ada yang berhasil tapi masih ada juga yang belum berhasil. Hal ini tidak terlepas dengan persiapan lahan tambaknya.

Udang Vannamei sebagai komoditi yang memiliki prospek bisnis. FOTO:PERTANIANKU.COM

Meski kita tahu bahwa udang putih ini tergolong masih baru bila dibandingkan dengan udang windu, sehingga masyarakat belum paham betul cara budidaya yang baik. Jangankan udang putih, udang windu saja masih banyak yang kurang paham dengan teknik budidaya yang baik agar hasilnya meningkat. Salah satunya adalah persiapan lahan harus menjadi prioritas dalam memulai bertambak.

Ilustrasi. Udang Vinnamei yang memiliki peluang bisnis. FOTO:AGROTANINUSANTARA.COM

Memang diakui bahwa  masyarakat yang ada di daerah ini kurang memperhatikan persiapan lahannya. Padahal, persiapan lahan yang baik itu sudah pasti mendukung keberhasilan enam puluh persen budidaya udang. Jadi persiapan lahan sangat menentukan dalam usaha ini. Namun, masyarakat yang berdomisili di daerah kurang memperhatikan dan malah ada petambak asal tambaknya tidak ada isinya maka mereka langsung menebarkan bibit lagi. Bahkan ada yang langsung menerbarkan bibit meski masih ada udang di dalamnya.

Padahal ini tidak boleh dilakukan karena jangan sampai air yang ada itu sudah tidak cocok lagi dengan benur yang masih kecil. Tapi itulah yang dilakukan oleh petambak. Hal ini masih perlu diberikan penyuluhan atau pemahaman sehingga pola pikirnya itu bisa dirubah. Begitupula dengan udang putih yang sudah banyak dilakukan oleh petambak di tanah air dan khususnya di Sulsel.

Memang diakui bahwa sesuai dengan kelebihan atau keunggulannya dimana udang vannamei ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan udang windu. Adapun keunggulannya adalah responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 – 30% (lebih rendah dari udang windu), kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah, adaptasi terhadap perubahan salinitas atau kadar garam (khususnya pada salinitas tinggi), laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II Angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi, dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja dan serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Olehnya itu, udang putih ini bisa dicoba bagi masyarakat atau petani tambak yang belum pernah melakukan budidaya ini. Sebab keunggulannya banyak dibandingkan dengan udang windu. Kalau ini sudah berhasil tentunya bisa meningkatkan ekonomi bagi keluarga dan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan refensi bagi petani tambak. Semoga !

Penulis adalah Alumni Pascasarjana Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan (MPTK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here