Beranda Kolom Rumput Laut Alternatif Perbaikan Ekonomi

Rumput Laut Alternatif Perbaikan Ekonomi

516
0
BERBAGI

RUMPUT laut atau Seaweed merupakan salah satu jenis ganggang yang dapat tumbuh di air tawar dan air laut. Di Indonesia setidaknya ada sekitar 555 spesies rumput laut, dimana sekitar 55 spesies rumput laut memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti Gracilaria sp, Eucheuma sp, dan Gelidium. Rumput laut  merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang perlu dikembangkan mengingat prospeknya sangat menjanjikan. Betapa tidak, jika harga rumput laut tergolong lumayan. Bahkan bisa diekspor ke luar negeri. Di samping itu, masa budidayanya juga tergolong singkat yaitu hanya 40 hari sudah langsung dipanen. Hal ini disukai oleh masyarakat terutama yang berdomisili di daerah pesisir. Wajar saja jika rumput laut ini sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat karena dianggap dapat menopang ekonomi keluarga.

Olehnya itu, keberadaan rumput laut di daerah ini sangat membantu masyarakat, bahkan dapat dikatakan sebagai alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. Sebab rumput laut tidak membutuhkan penanganan khusus saat budidaya, sehingga aktivitas para nelayan tetap bisa dijalankan sebagai penangkap ikan di laut. Meski diakui bahwa ada juga nelayan yang memang fokus dalam usaha budidaya rumput laut, sehingga mereka tidak lagi pergi menangkap ikan.

Walaupun budidaya rumput laut ini tetap bisa dipadukan antara menangkap ikan dan melakukan budidaya rumput laut, sehingga keduanya bisa berjalan. Apalagi rumput laut waktunya singkat sudah bisa dipanen. Jadi ini bisa menghasilkan uang yang cukup lumayan sekali panen. Bahkan ada petani rumput laut bisa beli mobil dari hasil rumput lautnya. Dengan demikian, maka rumput laut itu tidak salah jika masyarakat ingin mencobanya yang memang belum pernah mencoba. Meski diketahui bahwa sebagian masyarakat di Sulsel sudah melaksanakan budidaya rumput laut.

Hal itu terlihat di beberapa kabupaten  dimana rumput laut ada dimana-mana. Apalagi Sulsel dikenal sebagai penghasil rumput laut. Bahkan daerah dijuluki sebagai sentra penghasil rumput laut di Indonesia, sehingga wajar saja jika masyarakat yang menggelutinya bisa meningkatkan ekonominya bersama keluarga. Sebab rumput laut tdiak memerlukan modal besar. Jadi masyarakat atau nelayan bisa melakukan budidaya ini agar  ekonominya dapat meningkat. Sebab nelayan ini masih identik dengan “orang miskin” yang berdomisili di daerah pesisir.

Jadi adanya rumput laut sebagai sumber penghasilan ekonomi keluarga bisa digeluti sehingga kesan orang tidak berada ini bisa terhapus. Sebab peluang bisnisnya memang menjanjikan. Kecuali kita malas menjalankan bisnis ini. Kalau ada keinginan yang kuat maka tidak menutup kemungkinan bisa menjadi kaya. Karena harga rumput laut tetap ada dan tidak pernah tinggal alias tidak ada pembeli. Jadi pembeli rumput laut selalu siap tinggal bahan bakunya saja yang ditunggu. Jadi peluang bisnis ini bisa ditangkap oleh masyarakat yang belum pernah mencobanya. Sebab jangan sampai melihat tetangganya berhasil baru kita mau memulai.

Rumput Laut Sebagai Alternatif Perbaikan Ekonomi. FOTO: KHASIAT.CO.ID

Olehnya itu, bukan hanya masyarakt di daerah pesisir saja memiliki peluang tapi juga masyarakat yang berdomisili di pulau-pulau. Tinggal bagaimana caranya bisa melakukannya, karena memang ada beberapa persyaratan jika ingin melakukan budidaya ini. Tapi bisa dikonsultasikan dengan instansi terkait atau bisa beli buku tentang budidaya rumput laut. Sebab salah satu syaratnya adalah terhindar dari ombak, karena kalau terkena ombak tentunya tidak bisa tumbuh dengan baik. Jadi masyarakat pandai-pandai melihat tempat yang baik. Jika kita berada di pulau maka tempat yang tidak terkena ombak sebagai tempat budidaya. Kita bisa mengkondisikan sesuai dengan pulau tersebut.

Mudah-mudahan rumput laut ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga ekonomi keluarga dapat meningkat. Semoga usaha ini dapat dilaksanakan dengan sepenuh hati, sebab kapan usaha hanya setengah hati maka hasilnya pun bisa setengah. Jadi kalau mengerjakan sesuatu harus serius agar hasilnya juga maksimal. Semoga !

Penulis adalah Praktisi Perikanan dan Kelautan, tinggal di Kota Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here