Beranda Kolom Bungo, Ikan Endemik Perlu Dilestarikan

Bungo, Ikan Endemik Perlu Dilestarikan

323
0
BERBAGI

IKAN merupakan salah kebutuhan bagi manusia yang selalu tersedia. Pasalnya, ikan mengandung protein dan omega 3 yang dibutuhkan oleh tubuh. Wajar saja jika orang merasa tidak lengkap apabila tidak disajikan ikan di meja makan. Hal itu sudah menjadi kebiasaan  sehari-hari khususnya orang Sulsel, sehingga apapun alasannya orang selalu menyiapkannya. Akan tetapi, ada juga ikan yang dikenal sudah lama menghuni bumi ini sehingga disebut sebagai ikan endemik atau ikan langkah.

Memang diakui bahwa ikan langkah itu tidak semua daerah memilikinya. Namun hanya daerah tertentu saja yang ada. Ikan langkah ini tidak lain adalah ikan Bungo yang terdapat di Danau Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Menurut para peneliti bahwa ikan bungo adanya di dunia hanya terdapat di Wajo, sehingga ini perlu dilestarikan agar ikan langkah ini tetap bisa hidup dan tidak mengalami kepunahan. Pasalnya, ikan langkah ini satu-satunya tempat di Sulsel hanya di Danau Tempe sehingga masyarakat harus menjaga kelestariannya.

Walaupun tetap dilakukan penangkapan tapi itu perlu dipikirkan kelanjutannya. Dari penuturan para orang tua bahwa ikan bungo merupakan ikan para raja-raja zaman dulu. Ikan bungo tidak sembarang orang yang bisa mengambilnya kecuali untuk santapan raja. Akan tetapi saat ini ikan tersebut sudah menjadi ikan konsumsi masyarakat umum. Bahkan bisa di temui di pasar-pasar tradisional di Wajo, baik itu dalam bentuk ikan kering maupun masih basah. Tetapi yang paling banyak dalam bentuk kering, karena selain bisa tahan lama juga memang sangat disukai masyarakat.

Harganya juga tergolong mahal, wajar saja kalau masyarakat berlomba mengambil ikan tersebut. meski ukurannya saat ini tergolong kecil-kecil bila dibandingkan tempo dulu. Sebab dulu memang hanya raja yang bisa memakannya jadi ikan bertahan di danau dan mencapai ukuran besar-besar.

Kini ikan bungo terkesan semakin susah didapat karena mengalami pengurangan stok akibat terlalu banyaknya masyarakat yang melakukana penangkapan. Untuk menjaga kelestariannya  perlu ada upaya pemerintah untuk memprogramkan anggaran dalam rangka mendanai para peneliti agar bisa melakukan penelitian tentang pemijahan supaya ikian ini bisa berkembang atau dilakukan budidaya agar tidak punah. Memang diakui bahwa sudah ada beberapa penelitian tentang ikan ini namun tingkat kehidupannya masih tergolong sangat kecil. Bahkan ada yang tidak berhasil dalam penelitian tersebut.

Olehnya itu, pemerintah harus turun tangan menyiapkan anggaran untuk melakukan penelitian tentang pemijahan agar ikan tersebut ini tetap ada. Jangan sampai nantinya sudah punah baru kasak kusut mencari bibitnya lagi dan baru mau dilakukaa penelitian. Sebab salah satu kebiasaan pemerintah selalu terlambat dalam menangani persoalan, meski itu dianggap sangat penting tapi tetap santai saja. Nanti habis baru pusing mencari lagi.

Bisa juga langkah awal membuat aturan bahwa pada bulan tertentu masyarakat dilarang menangkap ikan bungo selama tiga bulan atau lebih. Jika kedapatan mengambil ikan tersebut akan dikenakan denda. Jadi masyarakat juga harus menahan diri untuk tidak mengambil ikan tersebut. Kalau ikan ini tidak diambil tentunya bisa menacapi ukuran tubuhnya lebih besar lagi juga bisa melakukan pemijahan dengan aman di tempatnya tanpa ada gangguan dari manusia. Sebab biasanya ada ikan sementara bertelur tapi tetap diambil oleh masyarakat karena semata hanya membutuhkan profit.

Kebanyakan masyarakat selalu memburuh ikan-ikan tersebut demi untuk mengambil keuntungan.  Mereka tidak berpikir bagaimana menjaga kelangsungan hidup ikan bungo tersebut, tapi hanya memikirkan bagaimana mendapat uang dari hasil tangkapan ikan bungo. Jadi jalan satu-satunya untuk menjaga kelestariannya adalah pemerintah harus turun tangan memberikan sosialisasi agar masyarakat tahu dan paham bahwa ikan tersebut sangat penting untuk dijaga agar terhindar dari kepunahan. Semoga !

Penulis adalah Praktisi Perikanan dan Kelautan, tinggal di Kota Makassar

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here