Beranda Kolom Batang Pisang Mencegah Virus di Tambak

Batang Pisang Mencegah Virus di Tambak

584
0
BERBAGI

SALAH satu momok yang ditakuti pembudidaya tambak adalah kegagalan dalam budidaya. Sebab beberapa kejadian di lapangan banyak petambak yang gagal panen lantaran terserang oleh virus sehingga tidak bisa panen budidayanya. Terutama udang windu yang memang rawan terhadap berbagai virus atau penyakit yang tiba-tiba dapat menyerang. Hal ini tidak terlepas dengan lokasi, tambak itu sendiri atau bahkaa sumber air yang masuk ke dalam tambak. Kesemuanya itu harus diperhitungkan dan disaring agar bibit virus dapat dicegah.

Pasalnya, mencegah virus lebih awal itu sangat bagus bila dibandingkan dengan saat mereka sudah menyerang atau menjangkiti air tambak. Sebab selama ini petani tambak terkesan kurang peduli dengan kebersihan lingkungan disekitarnya, sehingga wajar saja kalau banyak petani tambak gagal panen lantaran terserang oleh virus. Apakah iti white spot, insang merah dan lain sebagainya. Jadi perlunya petani tambak selalu menggunakan atau memanfaatkan air yang sudah higienis. Artinya sumber airnya harus steril dari berbagai  virus yang dapat mengancam budidaya.

Untuk mencegah virus masuk dalam tambak memang ada beberapa metode atau cara yang biasa digunakan oleh petambak. Salah satunya yang praktis dan tidak memerlukan biaya besar dan dianggap bisan meminimalisir virus yang masuk ke dalam tambak adalah batang  pisang. Batang pisang ini disimpan di saluran pemasukan air yang langsung masuk ke tambak. Sebelum batang pisang diletakkan terlebih dahulu diiris sebagian atau setengahnya sehingga getahnya muncul. Saat getah muncul dan air yang menyentuh batang pisang tersebut maka virus-virus yang akan masuk ke dalam tambak langsung melengket ke batang pisang.

Jadi batang pisang dianggap mampu mengerem atau meminimalisir virus yang ikut air ke dalam tambak. Kalau sudah dua hari digunakan bisa diiris lagi agar kembali getahnya keluar. Lalu bisa diganti sesuai dengan kebutuhan petambak. Jika memang hanya sehari saja digunakan lalu diganti itu tidak jadi masalah asalkan persediaan batang pisang cukup tersedia. Tinggal bagaiamana mayarakat atau petani tambak memanfaatkan batang pisang sebagai pencegah virus. Memang diakui bahwa tidak semua virus bisa dihalang oleh batang pisang sebab tidak ada kemampuan untuk memfilter seketat mungkin, tapi minimal ada penghalang untuk tidak langsung virusnya masuk ke dalam tambak.

Bisa dicoba bagi petambak yang memang sudah ada saluran pemasukan air yang khusus. Sebab banyak petani tambak hanya memiliki saluran pemasukan dan itu pula yang difungsikan sebagai saluran pembuangan sehingga sangat merepotkan atau mengganggu jika ingin memasukkan air yang steril. Hal semacam ini perlu diperhatikan guna menghindari terjangkitnya virus-virus yang sewaktu-waktu dapat menyerang udang atau ikan budidaya.

Pasalnya, banyak petani tambak yang membuka lahan tambaknya tapi tidak disiapkan saluran pembuangan sehingga kewalahan jika ingin mengambil air bersih dari laut. Sementara ingin juga membuang airnya karena sudah dianggap kotor. Disinilah problem yang dihadapi petani tambak. Olehnya itu, batang pasang sebagai salah satu cara untuk mensterilkan air ke dalam tambak, sehingga virus dapat diminimalisir. Semoga apa yang kita lakukan bisa bernilai ibadah. Semoga !

Penulis adalah Praktisi Perikanan dan Kelautan, tinggal di Kota Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here