Beranda Pustaka Cara Menulis Buku

Cara [Paling Mudah] Menulis Buku

966
0
BERBAGI

SIAPA bilang membuat/menulis buku itu sulit dan memerlukan keahlian khusus? Mari tinggalkan kesan pesimis tersebut dan mengubahnya dengan kalimat sakti “membuat buku itu mudah”. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini menawarkan kemudahan-kemudahan hidup tak terkecuali kebutuhan memiliki karya berupa buku. Sumber referensi bertebaran di berbagai media cetak, elektronik, internet, dan bahkan media sosial, sehingga tidak ada alasan lagi bahwa kita kekurangan material untuk menulis. Lalu persiapan-persiapan apa yang sesungguhnya harus dilakukan untuk membuat buku?.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk membuat dan menghasilkan karya buku. Misal mereka yang sibuk sekalipun dapat menulis buku dengan tipsnya masing-masing. Meluangkan waktu untuk menulis, itulah salah satu kunci utama yang paling menentukan. Sehebat apapun kemampuan kita dalam menulis, tapi jika tidak memiliki waktu atau mungkin lebih tepat dikatakan “tidak menyisihkan waktu”, tentu tak akan membuahkan apa-apa.

Tidak seperti zaman old di mana kita harus berada di depan mesin ketik untuk membuat tulisan atau harus kembali ke meja komputer untuk membuat karya, era gadget zaman now telah memberi kita kemudahan-kemudahan sehingga siapapun dapat membuat tulisan kapan dan dimanapun ia berada. Bahkan kita tidak perlu harus membawa laptop ke mana-mana hanya untuk menulis, sebab ponsel serta berbagai jenis tablet android pun bisa digunakan untuk menulis. Sekali lagi menyisihkan waktu adalah salah satu penentu penting. Lalu bagaimana memulai membuat tulisan untuk dibukukan?.

ILustrasi. Menulis dapat dilakukan dimana dan kapan saja. FOTO:GOOGLE EMAGE.

Buat list target dan schedule menulis misal satu bulan pertama. Pada April 2018 umpamanya akan menulis tentang apa. Selanjutnya sisa mengatur waktu menulis di sela-sela aktivitas kerja serta kegiatan rutin harian kita. Sebagian penulis menyelesaikan tulisannya dengan cara mengangsur pada sela-sela waktu luangnya, sehingga satu tulisan dapat dirampungkan dalam beberapa kali tahapan menulis. Tips yang terbilang santai ini juga asyik, karena tidak terasa karya-karya tulis kita bisa jadi seiring dengan aktivitas rutin keseharian. Hanya saja biasanya langkah seperti ini justru melahirkan banyak tulisan yang hanya selesai separoh atau sepotong karena ide terpenggal lalu mungkin hilang.

Sementara itu, ada penulis yang justru memilih sekali menulis langsung jadi satu artikel atau satu bagian dari isi rencana buku. Alasannya, jika sedang mood maka ide akan mengalir sehingga harus dimaksimalkan, karena bisa jadi sebuah tulisan tidak rampung hanya karena idenya terputus. Tapi ini sebenarnya kembali pada kebiasaan masing-masing penulis. Saya pribadi selain menulis di sela-sela aktivitas kerja, juga sangat menyenangi waktu menjelang dan sehabis shalat subuh untuk menulis, karena pertimbangan kondisinya otak segar habis istirahat.

Salah seorang teman bercerita ke saya bahwa ia memiliki kebiasaan meluangkan waktu menulis dalam sehari satu artikel singkat 7.500 karakter dan tertarget dengan tema seragam. Dengan begitu, hanya dalam tempo 20 hari telah menghasilkan sebanyak 20 tulisan.  Berbagai tulisan tersebut jika dihimpun sudah bisa menjadi sebuah buku dengan estimasi ketebalan 125-150 halaman.

Pengalaman teman-teman menulis lainnya, yakni hanya menulis satu kali dalam dua pekan atau dua kali sebulan. Jika kebiasaan ini dilakukan oleh 10 orang dan menggabungkan tulisannya dalam bentuk kumpulan tulisan, maka bisa jadi buku. Sebuah contoh menarik yakni buku “Melerai Jarak” yang merupakan antologi cerpen adalah karya yang lahir dengan sangat cepat. Prosesnya hanya memakan waktu 2 minggu dan bahkan bisa hanya 1 minggu. Beberapa penulis cerpen bersepakat membuat satu hingga dua tulisan lalu dikumpulkan dan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah diterbitkan oleh Giatmedia (sebuah Imprint Penerbit Rayhan Intermedia divisi kajian sastra dan tulisan populer).

Ilustrasi. FOTO:GEOTIMES.CO.ID

Jika anda adalah seorang dosen di sebuah perguruan tinggi, pun bisa menerapkan tipsnya seperti ini untuk membuat buku ajar misalnya. Setiap tim pengajar mata kuliah tertentu dapat membagi materi pada setiap pokok bahasan di silabus dan menulisnya masing-masing dengan target waktu yang disepakati penyelesaiannya. Jika ini dapat dirampungkan dalam satu bulan, maka itu artinya dalam satu bulan sudah bisa memiliki satu buku yang merupakan tulisan bersama. Bisa dibayangkan jika beberapa tim dosen melakukan hal serupa, maka dalam satu tahun akan lahir banyak judul buku. Bahkan cara praktis memiliki buku bagi kalangan dosen juga bisa melalui kumpulan ringkasan hasil penelitian yang dibukukan bersama.

Kalangan mahasiswa juga bisa melakukan hal seperti ini, baik dalam bentuk kumpulan tulisan cerpen, puisi, opini, serta berbagai jenis tulisan lainnya. Coba anda hitung dan bayangkan berapa lama waktu kita habis hanya dengan memelototi status atau postingan pesan singkat, gambar, atau video orang lain di Facebook, Instagram, WhatsApp, serta berbagai media sosial lainnya. Anda bisa kurangi waktu itu untuk menulis hal-hal yang dapat bermanfaat bagi orang lain serta memungkinkan untuk dibukukan seperti kumpulan karya yang dijelaskan di atas.

Lalu bagaimana cara menerbitkan kumpulan tulisan yang telah dibuat dalam bentuk buku yang memiliki ISBN (International Standard Book Number)?. Caranya tentu sangat mudah karena sekarang sudah banyak penerbit dan hampir tersedia pada setiap kota di Indonesia. Karena saya tinggal di Makassar, akan mencontohkan salah satu penerbit di kota ini yang dapat anda jadikan mitra untuk menerbitkan buku. Sebuah penerbit yakni Rayhan Intermedia yang berdiri sejak  2008 lalu dan telah menerbitkan berbagai buku dengan aneka genre, dapat dijadikan mitra untuk menerbitkan buku karya sendiri atau tulisan bersama. Penerbit ini telah memasilitasi berbagai penerbitan buku kumpulan tulisan baik kalangan dosen, mahasiswa, serta penulis lepas. Jangan ragu bermitra dengan Rayhan Intermedia, karena penerbit ini telah terdaftar sebagai anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia).

Selamat berkarya dan mari ikut ambil bagian untuk mencerdaskan anak bangsa serta berbagi ilmu pada umat melalui buku.

Penulis adalah Editor in Chief TebarNews.com, pekerja dan editor buku, tinggal di Kota Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here