Beranda Historia Kapitalisme: Konsepsi dan Sejarahnya

Kapitalisme: Konsepsi dan Sejarahnya

823
0
BERBAGI
Ilustrasi. FOTO: INT.

TEBARNEWS.COM – Kapitalisme secara umum berarti suatu paham kemodalan, yakni orientasi usaha atau produksi yang mengejar keuntungan. Untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran dalam pemaknaannya, maka ada 3 (tiga) istilah saling berkait dalam konteks ini yang perlu dibedakan satu sama lain. Kata dasar ”kapital”, mengandung arti modal berupa uang atau barang yang dipakai sebagai pokok untuk berdagang. Biasanya berupa investasi dalam bentuk surat-surat berharga.

Istilah ”kapitalis” bermakna pedagang atau pemilik modal yang membentuk (atau menjalankan)  kegiatan usahanya. Sementara itu, ”kapitalisme” menunjukkan suatu organisasi ekonomi yang dalam operasionalnya mengakui hak-hak perorangan atas alat-alat produksi dan distribusi hasil-hasilnya dengan tujuan untuk meraih keuntungan.

Selain itu, kapitalisme juga diartikan sistem yang memiliki ciri: (1) kepemilikan perseorangan atas kekayaan yang diakui, (2) pengumpulan kekayaan atau modal yang memberikan pendapatan bagi individu atau perusahaan yang mengakumulasikan dan memilikinya, (3) perorangan atau perusahaan bebas bersaing satu sama lain agar mendapatkan hasil, dan (4) di dalam kehidupan cenderung mencari laba (profit oriented). Dalam pengertian yang lebih umum, kapitalisme diartikan sebagai paham kemodalan atau bentuk kehidupan bersendikan modal.

Karl Marx sendiri, memberikan definisi kapitalisme sebagai suatu ”mode of production” yang melibatkan dua kelas produsen. Di satu sisi kaum kapitalis yang memiliki alat-alat produksi yakni modal atau tanah serta memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan ekonomi strategis berkaitan dengan pemakaian teknologi, penentuan tingkat output,  pemasaran, dan laba yang harus diraih dari suatu kegiatan produksi dan distribusi. Di sisi lain, terdapat kaum buruh yang tidak memiliki apa-apa (the haves not) kecuali hanya tenaga serta dengan tingkat ketergantungan tinggi pada majikan.

Meskipun demikian, definisi maupun ciri tersebut bukanlah sesuatu yang final sifatnya. Ada jiwa zaman, kategori historis, jenis kepentingan, maupun ragam tujuan dan orientasi yang kerap membuat kapitalisme didefinisikan berbeda. Konsekuensinya, kalangan ahli ilmu-ilmu sosial terutama para teoritisi ekonomi dan sejarahwan terkesan mengalami kesulitan dalam menyusun dan menetapkan konsep kapitalisme.

Kesulitan tersebut, terutama kompleks dan luasnya pengertian serta berkaitan dengan hubungan sosial dalam produksi. Ketidakjelasan dan perbedaan pandangan tersebut, akhirnya membuahkan sebuah ”kesepakatan” alternatif yang melihat esensi kapitalisme adalah adanya motif maksimalisasi keuntungan. Karena itu, semangat kapitalis dianggap sebagai prasyarat mutlak dalam pembangunan ekonomi terutama negara-negara non sosialis.

Kemudian sekat temporal dari masing-masing masa, juga menyebabkan kapitalisme ditafsirkan beragam dan dikawal oleh dukungan argumentatif atas eksistensinya. Karena itu, kalangan sejarawan cenderung mengaitkan secara korelatif aneka perubahan organisasi ekonomi dengan berbagai pergeseran sikap keagamaan dan etis. Serentak dengan itu, lalu ditempatkan kapitalisme sebagai spirit atau semangat (dorongan) mencari keuntungan terutama dalam kurun waktu abad XVI, XVII, dan  paruh pertama abad XVIII.

Asal mula istilah ini, sesungguhnya lahir dan datang dari daratan Eropa terutama sejak lahirnya pemikiran (gagasan) mengenai pentingnya rasionalisasi tindakan. Sebut saja Max Weber pernah menjelaskan bahwa faktor penyebab lahirnya kapitalisme di Inggris dan Eropa Barat, pada umumnya adalah Calvinisme yang membentuk Protestant Ethic sekaligus dinobatkan sebagai spirit of capitalism. Ajaran Calvinisme telah membuat masyarakat menjadi manusia-manusia yang mementingkan prestasi dan merasionalkan seluruh aspek kehidupan sosial (sekuler), serta kerja keras untuk mencapai kemakmuran (duniawi).

Jika ditelusuri secara historis, akan diketahui bahwa perkembangan awal kapitalisme dimulai sejak runtuhnya feodalisme. Laju ekonomi yang progresif ini, bersamaan dengan timbulnya kota-kota abad ke-12 yang revolusioner hingga akhirnya mempunyai otonomi administratif yang tinggi. Sebagaimana kenyataan yang terjadi pada zaman kuno, perkembangan kota juga diiringi oleh pembentukan modal dagang dan sistem moneter khusus yang digunakan untuk perdagangan.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa kapitalisme,  berkembang tidak seragam dan bersamaan di berbagai negara. Sebagai contoh, di Italia awal abad XIV dianggap sebagai permulaan produk kapitalis dan di Inggris pada abad XV. Perkembangan pesat kapitalisme ini, pada gilirannya melahirkan teori yang dikenal sebagai ”World System” yang pertamakali diperkenalkan oleh Immanuel Wallerstein pada dekade 1970-an. Perspektif teori ini memandang sejarah modern dikuasai oleh sistem dunia yang dapat dikla-sifisir ke dalam tiga komponen, yakni belahan dunia yang berada di pusat, tengah (semi pinggiran), dan pinggiran. Sistem ini  muncul sejak abad XVI berdasarkan pembagian kerja menurut “mode of production” kapitalisme Eropa Barat, yang memiliki ciri: pemilikan pribadi dalam alat-alat produksi, kapital, buruh, dan mesin.

Dominasi Barat, kekuasaan, ekonomi pada gilirannya menciptakan ketimpangan dalam kemakmuran. Karena itu, ada dua sistem dunia yang diperkenalkan yakni world empire atau kekuasaan dunia ala Romawi dan ekonomi kapita-lisme modern yang dianut dan dipraktekkan oleh hampir semua negara Barat. Sekadar digambarkan bahwa kondisi kota masa ini, dikuasai oleh serikat pekerja yang kuat dan sangat membatasi jumlah magang dan lulusan pemagangan yang boleh dipekerjakan oleh sang majikan.

Mengingat bahwa kapitalisme didasarkan atas persaingan dalam hal mengejar keuntungan, maka peningkatan teknologi dan pengembangan produksi melalui mekanisasi adalah prasyarat mutlak. Hal ini dipahami mengingat bahwa rivalitas antarprodusen di pasaran untuk menarik simpati konsumen, sangat ditentukan oleh strategi produksi dengan biaya murah dan harga produksi yang tidak mahal pula (dan atau terjangkau).

Lahirnya kapitalisme dalam suatu aktivitas perdagangan, dapat mengakibatkan perubahan struktur masyarakat pedagang menjadi hierarkis. Pada puncak hierarkis, terdapat para kapitalis yang menyediakan kredit murah bagi setiap pedagang yang memerlukan. Bentuk kredit itu pada umumnya adalah pembayaran di muka yang diatur jatuh temponya. Para kreditur dapat menjadi kaya raya karena surat kredit yang mereka jamin itu dapat diperjual-belikan oleh satu kreditur kepada kreditur lain dengan keuntungan yang besar. Selain itu, dalam hierarki tersebut, terdapat para pedagang besar yang menggunakan fasilitas kredit, lalu pedagang menengah, dan akhirnya para penjaja.

Meskipun demikian, dengan kelahiran dan berkembangnya kapitalisme sebagai sistem ekonomi baru tidak serta merta orang harus mengabaikan secara eliminatif sistem ekonomi tradisional. Weber sendiri mengakui bahwa pandangan tradisional, tidak seluruhnya bertentangan (tidak cocok) dengan betuk-bentuk modern dari usaha ekonomi.

Dalam pengertian lain bahwa ekonomi kapitalis modern, pada dasarnya merupakan pengrasionalan atas perhitungan teliti mengenai kesuksesan ekonomi yang berorientasi ke masa depan. Singkatnya, kapita-lisme merupakan suatu sistem ekonomi baru yang profit oriented sebagai buah dari rasionalisasi tindakan manusia.

Kapitalisme juga menciptakan pasar tenaga kerja bebas, artinya buruh yang dibebaskan dari ikatan dengan tuan tanah feodalnya, bisa menjual atau membeli tenaga kerja demi upah. Selain itu, hubungan produksi kapitalis cenderung menciptakan kelas penguasa yang secara internal saling berkompetisi dan terpecah-pecah namun hidup berdampingan secara damai. Mereka terpecah dalam beberapa fraksi seperti pedagang, bank, industri, pertanian, dan sebagainya.

Di Amerika Serikat sendiri, lahirnya teori sistem kapitalis pada pertengahan dekade 1970-an, secara fundamental merupakan lanjutan dari perdebatan antara penganut teori modernisasi dan pembangunan pertumbuhan mendapat kritik dari teori dependensia Amerika Latin. (dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here