Beranda Nasional Ulasan Prof Din Syamsuddin Tentang Mahar Politik & Politik Uang

Ulasan Prof Din Syamsuddin Tentang Mahar Politik & Politik Uang

476
0
BERBAGI
Ilustrasi, Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Periode 2005-2015. FOTO: INT.

MAKASSAR | TEBARNEWS.com – Menyongsong tahun politik 2018 ini, isu Money Politic (Politik Uang) terus menghangat dan jadi perbincangan berbagai pihak. Betapa tidak, tindakan yang tidak terpuji seperti ini sangat rentan dilakukan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk meraup suara pemilih dalam jumlah yang banyak. Persoalan ini mendapat perhatian khusus dari Tokoh Nasional Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin dan mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah di Makassar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dua periode (2005-2015) ini, hadir di Makassar sebagai pembicara khusus dalam Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah ke-30 yang dibuka, Rabu (24/01/2018). Di hadapan ratusan peserta Munas Tarjih yang hadir, Prof Din Syamsudddin mengulas kembali persoalan politik uang yang menurutnya masih menjadi penyakit lama.

“Praktik politik transaksional baik pembelian suara atau menyogok masyarakat agar dicoblos maupun mahar politik kepada partai pengusung mulai marak di era reformasi”, ungkap Din Syamsuddin.

Lebih lanjut tokoh nasional Muhammadiyah bernama lengkap Prof. Dr KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA ini, mengungkapkan bahwa praktik politik transaksional bermula hadir sejak diberlakukan sistem kepartaian pada suksesi kepemimpinan negara. Ada dua penyebab politik transaksional menurutnya, yakni tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah sehingga tidak tahu dampak suap menyuap terhadap negara serta penyebab kedua semakin kuatnya kapitalisme.

Kondisi tersebut lanjut Din Syamsuddin, menyebabkan terjadinya kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang mengakibatkan kehendak politik masyarakat sangat gampang dibeli. Atas kenyataan tersebut, Din Syamsuddin berharap kepada semua pihak agar berlaku adil dan tetap menjunjung tinggi proses demokrasi. (mg-03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here