Beranda Pustaka Belajar Makna Hidup dan Hakikat Kemahakuasaan Allah dalam Novel Samiri

Belajar Makna Hidup dan Hakikat Kemahakuasaan Allah dalam Novel Samiri

590
0
BERBAGI

Buku yang ditulis oleh Muhammad Amir Jaya, seorang penulis asal Kepulauan Selayar ini berkisah tentang sosok remaja muslim yang taat beribadah dan bercita-cita ingin sukses sebagaimana impian semua orang. Namun nasib berkehendak lain. Ayahnya bernama Dg Jarre meninggal sejak Samiri masih dalam kandungan. Meninggal karena menderita penyakit aneh selama kurang lebih tujuh tahun. Ayahnya termasuk orang kaya di Dusun Tanaberu. Semua hasil kekayaan Ayahnya ludes dipakai berobat. Ibunya yang bernama Maemunah meninggal saat usia Samiri memasuki empat tahun. Ia meninggal akibat menderita kanker payudara. Akhirnya, Samiri harus menjalani hidup sederhana dan serba kekurangan bersama neneknya, Opu Kilong.

Dalam meniti episode hidupnya dengan status yatim piatu, Samiri jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Nurlina. Gadis remaja yang manis, lugu, dan polos, dengan rambut teurai hingga ke pinggulnya. Namun ia kembali bernasib buruk karena gadis pujaan bermata bening dengan hidung sempurna ini harus menikah dengan orang lain atas kehendak ayahnya.

Cover Novel Samiri terbitan Giatmedia (Rayhan Intermedia Group). FOTO: RAYHANBOOK.COM
  • Judul Buku: Samiri [Sebuah Novel Cinta, Pendidikan, dan Religi
  • Pengarang: Muhammad Amir Jaya
  • Penerbit: Giatmedia (Rayhan Intermedia)
  • Ukuran: 14 x 21 cm
  • Tebal: 208 hlm
  • Terbit: 2016
  • ISBN: 978-602-6216-03-8
  • Harga: Rp 58.000

Nurlina tidak bisa hidup bahagia bersama suaminya, Arman. Akhirnya rumahtangga mereka berantakan. Nurlina jatuh sakit akibat tekanan batin. Saat Samiri punya kesempatan mempersunting wanita yang  dicintainya ini, nasib kembali berkata lain. Sakitnya yang teramat parah, mengantar Nurlina kembali ke pangkuan Ilahi Rabbi.

Kematian memang telah merenggut orang-orang yang dicintainya, namun semangat hidup berlandaskan iman tidak pernah mati dalam hati Samiri. Pemuda yang taat beribadah, gemar menulis puisi dan cinta organisasi ini, terus menjalani hidup bersama keyakinan bahwa di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Tuhan mungkin punya rencana lain yang jauh lebih baik.

Sungguh merupakan kisah mengharukan yang menyuguhkan pelajaran tentang makna hidup serta hakikat kemahakuasaanNya. Novel ini mengajarkan kita tentang pertingnya bersyukur, cara berikhtiar, keutamaan bersabar, dan hikmah di balik musibah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here