Beranda Kesehatan Baca!!! Rahasia Mengapa Rumah Sakit di Makkah Sepi

Baca!!! Rahasia Mengapa Rumah Sakit di Makkah Sepi [Di Indonesia Ramai]

1301
0
BERBAGI
Ilustrasi suasana sebuah rumah sakit yang sepi pasien. FOTO/INT.

SEBUAH pertanyaan komparatif yang menarik tiba-tiba muncul belakangan ini yakni mengapa rumah sakit di Makkah sepi, sedangkan rumah sakit di Indonesia setiap saat ramai dengan pasien?. Pertanyaan ini mengiringi fenomena membludaknya pasien masuk rumah sakit di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Hal ini terutama seiring dengan diberlakukannya sistem layanan kesehatan BPJS, yang banyak membantu para pasien yang kurang mampu.

Sebagai salah satu contoh saja, data International Diabates Federation (IDF) 2013 menunjukkan bahwa jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia. Ini baru satu jenis penyakit yang diderita pasien dan belum masuk kategori penyakit lainnya.

Sebuah postingan (anonim) yang telah dishare di berbagai jejaring media sosial Facebook, WhatApp, dan lainnya mengenai sepinya rumah sakit di Mekkah, menarik serta menggelitik untuk dikutip.

Mengapa di Makkah Rumah Sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia. Memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,

Ikhtiar Pertama
Yang kami lakukan ialah Sholat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayangNya.
Kalau belum sembuh,

Ikhtiar Kedua
Yaitu baca Al Fatihah/surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dengan amalan tambahan:
“Jika badan panas” maka kami banyakin baca Sholawat(karena Sholawat sebagai penyejuk)
“Jika Badan Dingin” maka kami banyakin baca Ayat Kursi.
“Jika sakit yang terlihat” maka kami bacakan Surat Al faatiha sambil mengusap usap di bagian yang sakit.
“Jika sakit tak terlihat” maka kami banyakin bacaan Surat Al ikhlas, Al Falaq dan An-Naas (sebagai penolak sihir).
Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga, 
Kami lakukan ikhtiar yg ketiga.

Ikhtiar Ketiga
Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg keempat.

Ikhtiar Keempat
Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg kelima.

Ikhtiar Kelima
Yaitu minum madu dan habbatussauda 

Ikhtiar Keenam
Yaitu dengan mengambil makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. 

Jika belum sembuh, baru kami 

Ikhtiar ketujuh
Yaitu pergi ke dokter yang soleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah.

Semoga bermanfaat untuk kita semua. Silahkan dishare. (WA/FB/INT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here