Beranda Traveling Menapak Semesta Hong Kong (2)

Menapak Semesta Hong Kong (2)

Laporan: Ahmadin Umar / Terbarnews

305
0
BERBAGI
Masjid Kowloon atau Islamic Center Kowloon yang terletak di tikungan antara jalan Nathan dan Jalan Haiphong (foto: ahmadin/tebarnews).

HONG KONG, TEBARNEWS.com – Di sebuah restoran muslim ala menu masakan Jawa, saya bersama rombongan menikmati hidangan makan siang (Selasa, 31/10/2017). Kami sangat bersyukur bisa menikmati cita rasa khas menu makanan Indonesia meski sedang berada di negeri orang. Selama kurang lebih 30 menit kami mengobati rasa lapar dan melepas lelah sejenak.

Makan siang bersama pada salah satu restoran muslim dengan menu khas ala Jawa di Kowloon (foto: tebarnews/ahmadin umar).

Dari restoran ini kami bertolak menuju Islamic Centre, sebuah masjid di Kota Kowloon dalam rangka menunaikan kewajiban 4 rakaat sebagai seorang muslim.

Masjid Kowloon (Islamic Center Kowloon)

Masjid Kowloon ini akrab disebut Islamic Center Kowloon, yang merupakan salah satu dari masjid utama di Hong Kong. Masjid ini terletak di tikungan antara jalan Nathan dan Jalan Haiphong, serta di sebelahnya adalah Kowloon Park. Di masjid inilah kami menuaikan ibadah shalat Dhuhur. Pada masjid Kowloon ini terdapat Masjid tiga ruang shalat dan sebuah ruang pertemuan. Bahkan terdapat sebuah klinik medis dan perpustakaan. Adapun ruang shalat utama masjid ini berada di lantai pertama.

Menurut salah seorang jamaah berkebangsaan Pakistan, masjid yang dibangun di atas sebidang tanah dengan luas 1.500 m2 ini dapat menampung sebanyak 1.000 jamaah. Di masjid ini terdapat satu ruang shalat khusus bagi jamaah perempuan yang terletak di lantai atas dengan ruang yang lebih kecil dan di sekelilingnya terdapat teras. Di bagian atap Islamic Center ini ada terdapat kubah dengan diameter 5 meter dan tinggi 9 meter, serta menara masjid setinggi 9 meter.
Menurut sejarahnya, arsitektur asli masjid ini dibangun pada 1896, sedangkan bangunan seperti yang kita saksikan sekarang dibangun sejak 11 Mei 1984.

Masjid Kowloon atau Islamic Center Kowloon yang terletak di tikungan antara jalan Nathan dan Jalan Haiphong (foto: tebarnews/ahmadin umar).

Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa masjid pertama di Semenanjung Kowloon ini dibangun 1896 oleh garnisun Muslim dari Resimen Angkatan Darat Inggris Hong Kong yang berasal dari India yang datang sejak 7 Mei 1892. Meski begitu, pada penghujung dekde 1972-an mengalami kerusakan akibat imbas dari pembangunan Mass Transit Railway. Sebagai kompensasi dari pihak Mass Transit Railway dibangunlah masjid baru dan sudah dibuka untuk umum sejak 11 Mei 1984. Jamaah masjid ini mayoritas merupakan Muslim Asia Selatan yang bermukim di daerah Chung Ching Mansion yang tidak jauh dari masjid ini.

Victoria Harbour

Tempat wisata di Hong Kong berikutnya yang kami kunjungi adalah Victoria Harbour, sebuah pelabuhan yang berada di antara Pulau Hong Kong dan wilayah Kowloon. Di area pelabuhan ini tampak pemandangan yang sangat megah yakni sederet gedung pencakar langit. Apalagi saat malam hari gemerlap warna-warni lampu tampak menghiasi gedung-gedung ini sehingga mencipta pemandangan yang memukau menakjubkan.

Aku berada di Kawasan Victoria Harbour tepatnya di area Promenade Tsim Sha Tsui dan di seberang tampak Kota Hong Kong (foto: misbawati)

Sebagai pengajar mata kuliah Sejarah Kota, Sosiologi Perkotaan, dan Sejarah Maritim, tentu pemandangan ini  bagi saya sangat menarik dan penuh inspirasi. Sekadar diketahui bahwa Victoria Harbour ini adalah pelabuhan terbesar Asia dan menduduki rangking ketiga dunia setelah San Francisco dan Rio de Janeiro. Kemegahan Victoria Harbour dan pemandangan indah juga bisa dinikmati dari arah kawasan Promenade Tsim Sha Tsui di sisi Kowloon.

Aku mencoba berfose layaknya aktor bela diri (foto: misbawati)

Setelah menikmati keindahan kawasan pelabuhan Victoria dari area Promenade Tsim Sha Tsui, selanjutnya aku dan rombongan bergerak menuju pusat perbelanjaan Ladies Market.

Ladies Market

Ladies Market adalah Pasar oleh-oleh murah yang paling terkenal di Hong Kong. Lalu mengapa shoping center di Tung Choi Street, Mong Kok, Kowloon ini dinamakan dinamai Ladis Market?. Dari banyak keterangan disebutkan bahwa nama ini disebut demikian karena sebagian besar jualan di tempat ini adalah pakaian dan aksesoris perempuan. Meski begitu bukan berarti bahwa di pasar ini tidak ada barang atau pakaian serta aksesoris pria yang dijual. Seperti yang aku saksikan saat menyusuri Ladies Market, tampak tersedia berbagai kebutuhan belanja pria, seperti baju, celana, topi, arloji, tas, dan lainnya.

Ladies Market, tempat belanja oleh-oleh paling populer di Hong Kong (foto: timeout.com).

Kami berkunjung ke tempat ini dengan menggunakan bus travel/pariwisata. Selain itu, kita juga bisa berkunjung ke Ladies Market dengan menggunakan atau naik MTR dan turun di Mong Kok Station lalu ambil Exit E2. Setelah turun dari situ, kita berjalan kaki sebentar sekitar dua blok di Nelson Street dan akhirnya akan tiba di pusat perbelanjaan ini.

Di kawasan Ladies Market ini kami membuat kesepakatan untuk bertemu di suatu tempat 2 jam setengah kemudian setelah berbelanja. Hal ini sekaligus dimaksudkan sebagai penanda bagi semua anggota rombongan agar tidak tersesat.

Di depan Newport Teatre ini kami janjian bertemu setelah melakukan belanja (foto: tebarnews/ahmadin umar).

Setelah berbelanja di Ladies Market, saya bersama rombongan menuju sebuah restoran muslim untuk makan malam. Restoran yang menyuguhkan berbagai menu halal ini, terbilang sudah tua usianya dan telah beroperasi di Hong Kong sejak 1950.

Islam Food di Kowloon dan telah beroperasi sejak 1950 (foto: tebarnews/ahmadin umar).

Dari restoran ini kami kembali menuju Hotel Best Western tempat kami menginap sebagaimana malam sebelumnya. Malam ini tidak ada acara khusus yang terprogram sesuai manual acara dari pihak travel. Dengan demikian, ada yang beristirahat melepas lelah karena jalan seharian dan sebagian lagi jalan-jalan di sekitar menikmati suasana malam di Kowloon.

Penulis: Ahmadin Umar / Tebar News (Melaporkan Langsung dari Hong Kong).

(Bersambung).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here