Beranda Internasional Buku Yang Dirindukan

Buku Yang Dirindukan

241
0
BERBAGI

SABAH-MALAYSIA, TEBARNEWS.com – “Kawin Kampung” demikian lazim dikatakan bagi mereka yang melakukan pernikahan secara siri/bawah tangan yang tidak dilengkapi dokumen nikah resmi yang memberikan perlindungan hukum negara bagi kedua mempelai. Akibat peraturan di Malaysia yang tidak membenarkan pekerja asing untuk menikah, ribuan pasangan WNI yang bekerja di Sabah terpaksa menempuh pernikahan dibawah tangan. Akibatnya, selain perkawinan tersebut tidak tercatat secara sah oleh lembaga perkawinan negara, anak-anak hasil perkawinan tersebut juga tidak memperoleh perlindungan atas hak-haknya seperti hak pendidikan, hak waris, dan lain sebagainya.

Guna menanggulangi permasalahan tersebut, KJRI Kota Kinabalu menyelenggarakan Sidang Itsbat Nikah Tahap I Tahun 2017, Senin (22/05/2017). Dalam sidang ini mendatangkan tim Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Pusat. Sidang berlangsung selama 3 hari, yakni hingga Rabu (24/05/ 2017).

Para WNI yang bekerja di Sabah sedang memperlihatkan buku nikah bukti legalitas perkawinan mereka (foto: Muh. Ilyas/tebarnews).

Sidang Itsbat Nikah ini diikuti oleh 250 pasangan yang telah mendaftar dari 12 ladang sawit di seluruh Sabah. Adapun Sidang Tahap II akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 mendatang.

Suasana pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah bagi WNI yang bekerja di Sabah Malaysia (foto: Muh. Ilyas/tebarnews).

Itsbat Nikah adalah salah satu cara yang dapat ditempuh oleh pasangan suami istri yang telah menikah secara sah menurut hukum agama. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dari negara atas pernikahan yang telah dilangsungkan oleh keduanya termasuk anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut.

Buku nikah itulah yang dirindukan oleh banyak pasangan telah menikah sebagai legalitas formal status perkawinan mereka.

Laporan: Muh. Ilyas (Koresponden Tebarnews.com di Sabah Malaysia).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here