Beranda Pustaka Ahmadin Umar, Penjaga Sejarah Selayar

Ahmadin Umar, Penjaga Sejarah Selayar

701
0
BERBAGI

SIAPA yang tidak kenal pada sosok yang satu ini? dia adalah seorang penulis produktif yang namanya banyak menghiasi media cetak hingga 2014. Sejak aktif menjadi ketua tim editor Penerbit Rayhan Intermedia awal 2015, ia jarang lagi menulis di media cetak. Sebagian besar waktunya habis untuk menyunting dan mengedit berbagai naskah buku. Dialah Ahmadin Umar yang mengawali dan menggeluti profesi menulis sejak bangku SMP. Dunia korespondensi (surat menyurat) yang digelutinya, kelak membuat ia jadi seorang penulis artikel, buku, dan berbagai karya lainnya.

Setamat SMA Ahmadin Umar berhasrat mendaftar untuk menjadi anggota Brimob, namun keinginannya ini tidak terterima di kalangan keluarga terutama ibu dan kakak pertamanya. Ia pun memilih berkuliah Sejarah di IAIN Alauddin dan UVRI Makassar dalam waktu yang hampir bersamaan. Merasa bahwa gelar sarjana “tidak menjanjikan” masa depan, ia pun menggeluti dunia jurnalistik dan menjadi wartawan pada beberapa media cetak selama beberapa tahun. Waktu ini juga ia gunakan kuliah S2 sejarah di Universitas Negeri Makassar (1999-2001).

Salah satu mahakarya Ahmadin Umar yang berkontribusi penting bagi peradaban khususnya Kabupaten Kepulauan Selayar adalah buku berjudul Nusa Selayar: Sejarah dan Kebudayaan Masyarakat di Kawasan Timur Nusantara yang terbit 2016. Buku Nusa Selayar ini mengkaji asal usul dan siapa sebenarnya Orang Selayar itu, Masuk dan Berkembangnya agama-agama di Selayar (Islam, Kristen, dan Aliran Kepercayaan Muhdi Akbar), Lahir dan Berkembangnya Kerajaan di Selayar, Selayar dalam Kuasa Kolonial (Penjajahan Belanda dan Pendudukan Jepang), Selayar dalam Kurun Niaga, Dinamika Pemerintahan Lokal di Selayar, dan masih banyak lagi.

Buku Nusa Selayar yang Ditulis oleh Ahmadin (Foto: dok. Lapak Buku Rayhan)

Suami dari Misbawati, SE, M.Si serta ayah dari dua orang anak, Rayhan Arqam Hidayatullah dan Raisya Zahra Ramadhani ini, juga menulis buku lain tentang Selayar. Beberapa buku yang dimaksud adalah “Pelautkah Orang Selayar?”, Kapalli’: Kearifan Lokal Orang Selayar”, “Nelayan Tradisional dan Modernisasi: Potret Masyarakat Pesisir di Pulau Selayar”, dan “Misteri Jejak Kehadiran Nabi Muhammad di Tanah Gantarang: Jejak Siar Islam di Pulau Selayar”. Dia juga banyak menulis artikel tentang Selayar dan salah satunya yang terkenal yakni “Orang Melayu dalam Sejarah Selayar”. Artikel/makalah ini disajikan dalam Seminar Internasional di University Kebangsaan Malaysia (UKM), pada Juli 2009.

Buku Karya Ahmadin yang Mengkaji Tentang Sejarah Siar Islam di Pulau Selayar (Foto: Dok. Lapak Buku Rayhan)

Perhatian dan keseriusan Ahmadin Umar yang juga adalah dosen Sejarah Universitas Negeri Makassar (UNM) atas sejarah dan budaya masyarakat Selayar ini, membuatnya pantas disebut penjaga sejarah Selayar. Karena dari berbagai tulisannya tentang Selayar itulah sejarah kabupaten ini terjaga dari kemungkinan hilangnya berbagai cerita tentang peristiwa penting di masa lampau. Salah satu cara seorang Ahmadin menjaga sejarah tanah melahirannya ini adalah dengan mendokumentasikan dalam bentuk karya buku.

Apakah Ahmadin Umar telah berhenti berkarya tentang Selayar? tidak, dua naskah tentang Selayar yang ditulisnya segera terbit yakni “Awan Hitam di Langit Tanete (Sebuah Novel Sejarah)” dan “Filosofi Nama Diri Bagi Masyarakat Selayar”. Tentu kita semua berharap Ahmadin terus menyumbangkan karya-karyanya tentang Selayar. (MG/tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here