Beranda Pustaka Mengapa Buku Nusa Selayar Sangat Digemari Pembaca? Rupanya Ini Jawabannya

Mengapa Buku Nusa Selayar Sangat Digemari Pembaca? Rupanya Ini Jawabannya

355
0
BERBAGI

MAKASSAR, TEBARNEWS.com – Salah satu Pustaka Sulawesi Selatan yang sangat digemari pembaca dan peminat sejarah daerah ini adalah Buku Nusa Selayar. Sejak terbit akhir 2016 lalu, buku karangan Dr Ahmadin M.Pd, dosen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar ini “diburu” pembaca dalam pemesanan online.

Hal ini disampaikan Sri Hartati, admin Lapak Buku Rayhan (Online Bookstore), saat ditemui Tebarnews dalam sebuah acara pada salah satu warkop di Makassar, Ahad (16/04/2017). Menurut penjual buku yang akrab disapa Bu Sri ini, buku Nusa Selayar yang dijualnya baik secara online maupun offline di lapaknya, banyak dipesan bukan hanya dari Kabupaten Kepulauan Selayar dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Beberapa di antara pengorder ada dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Aceh, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan masih banyak lagi.

Buku Nusa Selayar (foto: Koleksi Lapak Buku Rayhan)

Menariknya lagi, buku Nusa Selayar tidak hanya diminati para pembaca dari kalangan sejarawan atau mereka yang menekuni kajian sejarah. Banyak di antara mereka justru tertarik dan penasaran dengan masa lampau pulau yang jarang diungkap dalam sejarah ini.

“Saya juga heran kenapa Buku Nusa Selayar ini begitu diminati semua kalangan. Salah satu pemesan buku Nusa Selayar adalah perawat pada salah satu Rumah Sakit di Belopa. Ada lagi pemesan buku Nusa Selayar yang lain yakni penjual baju olahraga, dan masih banyak lagi”, tutur Bu Sri.

Masih menurut Sri Hartati, Buku Nusa Selayar yang tersedia di Lapak Buku Rayhan ada dua versi kemasan yakni Hardcover (jilid tebal) seharga Rp 95.000,- dan Softcover Rp 85.000,-. Buku ini dapat diperoleh melalui belanja online atau langsung ke Lapak Buku Rayhan di Rappokalling.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah melalui telepon selular, Ahmadin mengatakan bahwa mungkin karena Buku Nusa Selayar telah lama dirindukan pembaca sehingga begitu hadir langsung disambut hangat. Selain itu menurutnya, buku ini wajar mendapat tempat di kalangan pembaca lintas etnis dan komunitas karena di dalamnya membahas tentang hubungan Selayar dengan Majapahit, Buton, Luwu, Riau, Seram, dan lain-lain.

“Tugas saya hanya mendokumentasikan warisan sejarah dan budaya Masyarakat Selayar serta berharap dapat menjadi bacaan semua orang dalam upaya menemukenali kembali sisi kelampauan pulau ini. Jika kemudian Buku Nusa Selayar disambut baik oleh kalangan pembaca, yah kita patut syukuri”, ujarnya. (MG).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here