Beranda Pariwisata Kete Kesu, Warisan Budaya Masyarakat Toraja

Kete Kesu, Warisan Budaya Masyarakat Toraja

1187
0
BERBAGI

TANA TORAJA, TEBARNEWS.com РKete Kesu merupakan salah satu obyek wisata andalan milik Tana Toraja yang banyak diminati oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, siapapun yang berkunjung ke Tanah Seribu Tongkonan ini sepertinya tidak lengkap tanpa menikmati pemandangan nan indah ini.

Rentetan atap yang melengkung dengan ragam ukiran pada lumbung padi, tampak menarik dan membuat orang penasaran ingin mengetahui dan menjawab ada teka-teki apa di balik semua itu. Pada perkampungan ini mempunyai empat tongkonan rumah tradisional Toraja, yang salah satu tongkonan tengah pada bagian bawahnya dibuat semacam museum mini. Lingkungan rumah adat atau tongkonan sebagai simbol budaya orang Tana Toraja, yang membujur dari arah utara ke selatan merupakan manifestasi fisik dari kepercayaan masyarakat setempat. Arah utara melambangkan kehidupan dan selatan bermakna arah bagi mereka yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju nirwana.

Saat kita berjalan menuju arah selatan dari Kete Kesu, akan tampak pemandangan yang menarik berupa erang-erang (peti mati) yang dimasukkan ke dalam gua-gua di lereng bukit karang. Selain itu, terdapat pula diantaranya peti-peti yang digantung pada kayu-kayu di lereng bukit. Sebagaimana kebiasaan berdasarkan adat, bagi mereka yang telah meninggal dunia dibuatkan patung yang kemungkinan dimaksudkan untuk mengenang sosok tertentu. Modus pembuatan patung tersebut terutama bentuk dan besarnya diusahakan semirip mungkin dengan pemiliknya, lalu diletakkanlah pada dinding-dinding bukit kapur tersebut.

Pemandangan unik dan sedikit menyeramkan berupa tulang-tulang dan tengkorak manusia, juga dapat dilihat ketika berjalan menelusuri lereng bukit batu. Tidak dapat diketahui secara persis siapa pemilik tengkorak itu, disamping tulang-tulangnya yang bercampur dan sedikit berserakan, keterangan yang valid mengenai keberadaannya juga tidak dapat ditelusuri karena keterbatasan data.

Untuk mencapai makam bukit yang berjarak kurang lebih 100 meter ini, harus menelusuri lereng bukit yang sekaligus keberadaannya sebagai latar belakang perkampungan tradisional Kete Kesu. Secara administratif lingkungan adat dan bukit tempat peti mati orang Toraja, terletak di Desa Tikunna Malenong Kecamatan Sanggalangi. Jaraknya dari kota Rantepao sekitar 4 km, dengan lama perjalanan kira-kira 20 menit.

(Sumber: www.makassarpost.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here